INVENTIF – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki mengaku tak yakin target 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) go digital pada tahun 2024 bisa tercapai. Ia mengungkapkan, saat ini UMKM yang sudah go digital baru sekitar 25 juta.
Meski, menurutnya, telah dilakukan berbagai pendampingan terhadap UMKM sampai ke secondary cities atau kota-kota lapis kedua. Dia pun menyebut, ada banyak faktor yang memengaruhi sulitnya mencapai target tersebut sebagaimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) tahun 2024.
“Itu kan targetnya 30 juta (UMKM go digital) di RPJMN pada tahun 2024. Nah setelah kita coba kejar target itu, sampai kita melakukan pendampingan terhadap UMKM ke secondary. Hitungan saya, memang ini nggak akan kecapaian,” kata Teten.
“Hari ini kira-kira UMKM yang sudah go digital kita baru 25 jutaan. Ada banyak faktor (yang memengaruhi),” sebutnya.
Berdasarkan evaluasinya, saat ini banyak UMKM Tanah Air yang berjualan di online atau melalui e-commerce, tapi barang yang dijualnya merupakan produk impor. “90% saya boleh mengatakan produk impor,” ucap Teten.