Ancol Matikan Kembang Api, Nyalakan Pengingat bahwa Tidak Semua Luka Perlu Dirayakan

0

INVENTIF — Saat kalender bersiap berganti angka dan sebagian orang sibuk memastikan sudut kamera terbaik untuk menangkap ledakan kembang api, Ancol Taman Impian justru memilih mematikan satu tradisi paling fotogenik dalam perayaan tahun baru.

Pertunjukan kembang api resmi ditiadakan. Alasannya sederhana, tapi tidak populer: empati. Di tengah bencana yang melanda Sumatera, Ancol menilai pesta langit penuh dentuman terasa kurang pas ketika sebagian saudara bangsa masih berjuang memulihkan hidup.

Keputusan ini bukan berarti Ancol mengubah malam tahun baru menjadi upacara hening nasional. Musik tetap dimainkan, panggung tetap menyala, dan konser tetap berlangsung. Bedanya, tahun ini perayaan disisipi jeda kesadaran—sesuatu yang jarang masuk daftar hiburan.

Di Pantai Carnaval, Konser Peduli Sumatera tetap digelar dan disiarkan melalui Gempita SCTV, menghadirkan Dewa 19 feat Ello, Helloband, serta Five Minutes. Sementara itu, Konser New Palapa di Pantai Festival tetap berlangsung, membuktikan bahwa solidaritas masih bisa bergoyang, asal tidak kehilangan akal sehat.

Ancol menyebut rangkaian acara ini difokuskan pada kebersamaan, doa, donasi, dan refleksi. Empat konsep yang biasanya datang belakangan, setelah confetti disapu dan panggung dibongkar—kali ini diminta hadir di awal.

Manajemen Ancol juga mengajak pengunjung untuk memaknai pergantian tahun bukan sekadar sebagai pesta tahunan, melainkan sebagai momen menengok sekitar: siapa yang sedang bersorak, dan siapa yang masih berjuang dalam senyap.

Tahun baru, rupanya, tidak selalu harus dirayakan dengan suara keras. Kadang, ia cukup disambut dengan sikap tahu diri.
Dan untuk Sumatera, Ancol menyampaikan satu pesan yang tidak membutuhkan hitung mundur:

Pulihlah dan bangkitlah. Kami selalu ada.(Intan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.