June 20, 2024

INVENTIF – Tiap tahunnya, emiten pengelola Primaya Hospital Group, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY) sudah menyiapkan dana untuk membangun dua sampai tiga rumah sakit (RS).

Untuk satu rumah sakit diperkirakan akan menelan dana hingga Rp150 miliar. Hal ini diungkapkan CEO Primaya Hospital, Leona A Karnali. Dikatakannya, rumah sakit ini merupakan tipe C yang akan menyediakan 100 tempat tidur.

“Tetapi untuk fasilitas dan dokter-dokter kita lengkapi seperti tipe B dan sub spesialis kita lengkapi dari awal,” ujar Leona di Jakarta, Senin (17/10).

PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. sendiri menargetkan laba dan pendapatan tumbuh masing-masing 30 persen.

Walau kinerja perseroan masih mengalami penurunan. Namun, Leona menyebut manajemen tengah mengejar agar pendapatan dapat tumbuh 30 persen pada akhir tahun ini.

“Sampai akhir tahun kita akan kejar (pendapatan), angkanya kurang lebih 30 persen,” ujar Leona.

Sementara untuk laba, Leona mengatakan pertumbuhannya akan mengikuti pertumbuhan daripada revenue atau pendapatan bersih.

Ditambahkan Direktur Keuangan Famon Awal Bros, Yoshen Danun mengatakan perseroan juga sudah menyiapkan dana tambahan jika kapasitas rumah sakit sudah penuh atau mencapai 100 tempat tidur.

Menurutnya, perseroan telah menyiapkan fondasi di luar dana Rp150 miliar tersebut.

“Fondasinya kalau sudah penuh 100 kita tambah lagi ke atas,” ujar Yoshen.

Primaya Hospital sendiri bakal melepas sebanyak-banyaknya 302.222.300 saham baru dengan nilai nominal Rp10 setiap saham yang mewakili 2,28 persen modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Adapun harga penawaran yang disiapkan antara Rp900 hingga Rp950 per saham. Dengan begitu, jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham ini paling banyak mencapai Rp287,11 miliar. (NVR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *