June 20, 2024

INVENTIF – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mewacanakan tarif untuk naik ke Candi Borobudur berubah menjadi USD100 (sekitar Rp1,4 juta) bagi wisatawan asing dan Rp750 ribu bagi wisatawan domestik. Perubahan itu seiring dengan pembatasan 1.200 pengunjung yang dibolehkan masuk per harinya.

“Kami juga sepakat untuk membatasi kuota turis sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisman dan turis domestik sebesar 750 ribu rupiah. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya 5.000 rupiah saja,” kata Luhut di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.

Luhut menuturkan, langkah itu dilakukan demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara. Semua turis disebut harus menggunakan pemandu wisata atau tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur.

“Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang,” ujar Luhut.

Wacana ini pun langsung membuat netizen ramai-ramai mengomentarinya. Bahkan menjadi trending topic yang diibicarakan hari ini. Salah satu neizen bahkan menyebut tarif yang dipatok itu setengahnya Upah Minimum Regional (UMR) Yogyakarta.

“Tarif masuk Borobudur ki setengahe UMR Jogja yo,” cuit akun Twitter @si_gembira.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sendiri menyatakan baru akan merilis pernyataan soal kenaikan harga tiket saat Weekly Press Briefing, Senin (5/6/2022).

Terpisah, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/InJourney, Dony Oskaria menyebut tiket masuk Candi Borobudur tak berubah.

“Jangan keliru dengan tiket masuk Borobudur, ya. Tiket masuk tetap, tetapi tiket naik ke candi yang dirubah dalam rangka membatasi,” kata Dony seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (5/6/2022).

Dony tak memungkiri, wacana kenaikan harga tiket naik ke Candi Borobudur sudah berdasar masukan dan pertimbangan para ahli, khususnya Dirjen Kebudayaan Kemendikbud yang mengurusi konservasi Candi Borobudur.

Dony menyebut, faktor konservasi dalam rangka menjaga keberlangsungan candi menjadi fokus utama dalam penetapan jumlah kunjungan yang menaiki candi (carrying capacity) sehingga tidak merusak kondisi peninggalan bersejarah ini. (NVR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *