June 22, 2024

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta didampingi Forkompinda Jawa Timur member keterangan usia membesuk korban tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan yang dirawat di RSUD Syaiful Anwar, Selasa (04/10/2022). (Ist)

INVENTIF – Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyampaikan permintaan maaf dan memastikan proses hukum bagi siapapun pihak yang bersalah dalam insiden yang menewaskan 125 orang, termasuk diantaranya 7 anggota Polri. Prioritas utama dipastikan Nico menyangkut proses kemanusiaan atas para korban.

“Saya sebagai Kapolda prihatin sekaligus meminta maaf jika di dalam proses pengamanan yang berjalan terdapat kekurangan. Ke depannya akan kami evaluasi bersama pihak terkait. Harapannya ke depan adalah pertandingan sepakbola yang aman nyaman dan menggerakkan ekonomi,” kata Nico yang bersama Forkopimda Jawa Timur membesuk korban luka peristiwa Kanjuruhan yang dirawat di RSUD Syaiful Anwar, Selasa, (4/10/2022).

Nico menyampaikan, Polda Jawa Timur bersama tim Mabes Polri akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk korban yang luka mendapatkan bantuan perawatan.

“Bapak kapolri memberikan perhatian secara khusus kepada seluruh korban dengan memberikan bantuan perawatan kepada setiap korban dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,” katanya.

Selain itu, Polda Jawa Timur juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait perbaikan sarana prasarana yang rusak.

“Kami akan melakukan proses penegakkan hukum kepada siapa saja yang bersalah setelah proses kemanusiaan selesai. Kami berdoa semoga semua permasalahan ini bisa diselesaikan bersama-sama,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan kesedihan dan berharap korban luka dapat lekas sembuh.

“Kami sangat merasakan kesedihan mereka dan berharap anggota keluarganya bisa sembuh. Namun kita ketahui bahwa manusia hanya bisa berusaha dan tuhan yang menentukan,” ujarnya.

Sementara Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar mengatakan, segala fasilitas baik korban meninggal dan luka akan ditanggung. Saat ini, tercatat sudah ada 21 jenazah yang sudah teridentifikasi pihaknya.

“Dari 56 korban, Alhamdulillah 26 orang sudah bisa pulang, 7 orang masih ada di ICU. Semoga kami punya kekuatan yang lebih bagus lagi untuk menangani para korban,” katanya.

Terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim penyidik gabungan Polda Jawa Timur dan Bareskrim Polri memeriksa 29 orang saksi terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, diantaranya 23 orang anggota Polri yang bertugas di lokasi saat pertiwa berdarah tersebut berlangsung. Materi pemeriksaan terhadap 29 orang saksi tersebut disebutnya meliputi hal-hal teknis seperti persiapan penyelenggaraan pertandingan, pengamanan maupun rencana kontijensi dan emergency.

“Saksi-saksi yang diperiksa baik dari saksi dari petugas, panitia penyelenggara, maupun masyarakat yang ada di sekitar,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya.

Selain memeriksa para saksi, Dedi menympaikan tim Labfor Polri juga masih mendalami 6 titik lokasi CCTV, yaitu di pintu 3, 9, 10, 11, 12 dan 13. Polri juga melakukan pemeriksaan tetesan darah secara laboratoris pada pintu 11 sampai dengan 13.

“Hingga pukul 12.30 WIB kegiatan masih berlangsung untuk mengecek akurasi dan keaslian menggunakan metode scientific investigation,” ujar Dedi.

Terkait dengan perkembangan jumlah korban baik meninggal dan luka, Dedi menuturkan, ada 125 orang meninggal dan 467 orang luka-luka dengan rincian luka ringan ada 408, luka sedang 30 orang dan luka berat ada 29 orang.

“Korban luka yang saat ini masih menjalani rawat inap ada 59 orang yang tersebar di 10 rumah sakit,” ujarnya.

Tragedi berdarah di Kanjuruhan berlangsung pada hari Sabtu (1/10/2022) malam. Peristiwa ini dipicu oleh penerobosan supporter ke lapangan usai Arema FC ditaklukkan Persebaya dengan skor 2-3. Polri menyatakan 125 orang tewas, termasuk 7 anggota Polri yang bertugas di lokasi. Sementara ratusan orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

Selama 23 tahun Arema Malang diketahui tak pernah takluk di kandang oleh Persebaya. Takluknya Arema Malang membuat Suporter turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain dan ofisial untuk melampiaskan kekecewaannya. Kepolisian menyatakan gas air mata dilepaskan untuk mengantisipasi anarkisnya suporter yang menyerang petugas hingga merusak sejumlah fasilitas stadion.Penumpukan terjadi di pintu keluar membuat jatuhnya korban jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *