July 19, 2024

Konferensi Pers berlangsung di NasDem Tower, Senin (16/06/2022) mengenai agenda Rakernas di JCC tanggal 15 hingga 17 Juni 2022 mendatang. (Bachtiar)

INVENTIF – Nama calon presiden (capres) diusung oleh Partai NasDem pada Pemilu 2024 mendatang akan diumumkan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 15-17 Juni 2022.

Sebelumnya Partai NasDem diketahui berencana melakukan penjaringan capres dengan mekanisme konvensi. Namun Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Jhonny G Plate mengemukakan belum adanya partai yang dipastikan digandeng akhirnya membuat Partai NasDem memilih penjaringan Capres dengan rekomendasi diberikan internal, dalam hal ini suara-suara dari DPW.

“Rakernas ini akan merekomendasikan nama calon presiden yang sudah dijaring dari tingkat ranting ke atas,” kata Johnny saat konferensi pers persiapan Rakernas di NasDem Tower, Senin (13/06/2022).

Jhonny yang saat ini menjabat sebagai Menkominfo menambahkan, rekomendasi nama capres nantinya akan disampaikan kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh untuk selanjutnya dipilih dan didiskusikan dengan mitra koalisi. Mengenai koalisi, Johnny menuturkan NasDem lebih condong untuk menggandeng partai politik yang lolos parliamentary threshold guna memenuhi persyaratan presidential threshold (PT) 20 persen. 

“Kami tidak bisa membentuk (koalisi) dengan partai-partai yang ada di luar (parlemen), kecuali memenuhi persyaratan 20 persen,” ucap Johnny

Kendati demikian dirinya tak menampik NasDem dapat bekerja sama dengan partai-partai nonparlemen. Mengenai koalisi Semut Merah yang rencananya dibentuk PKB dan PKS, Johnny memandang hal itu belum serius dan masih berupa pendapat atau analisa.

Ketua Steering Committee (SC) Rakernas, Prananda Surya Paloh memastikan Partai NasDem membuka diri untuk berkoalisi dengan partai manapun, termasuk dengan partai non-nasionalis selama memiliki kesamaan visi dan misi.

“Pada dasar prinsipnya sederhana saja, dengan siapa pun itu, bagaimana pun itu, yang penting mempunyai visi-misi sama, yaitu melanjutkan restorasi Indonesia, memajukan pembangunan yang selama ini sudah dilakukan Presiden Jokowi dan yang terpenting mempunyai semangat Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Prananda

“Jadi itu bisa siapa pun. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga kita mungkin juga bisa berkoalisi dengan partai non-nasionalis, asal memang tetap menganut Pancasila. Jadi ini namanya politik masih sangat terbuka, siapa pun dan di manapun bisa. Bisa mungkin, besok, bisa di akhir tahun, bisa tahun depan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *