June 22, 2024

Geopark Batu Angus yang berlokasi di Kota Ternate. (Kemenparekraf)

INVENTIF – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pemaksimalan Geowisata Batu Angus yang berlokasi di Kota Ternate, Maluku Utara untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

“Bahwa geopark itu bukan hanya secarik kertas. Tapi tujuannya luhur untuk kelestarian lingkungan, konservasi, edukasi, dan ujungnya kesejahteraan masyarakat. Percuma ada geopark kalau masyarakatnya tidak sejahtera,” kata Menparekraf saat berkunjung ke Geowisata Batu Angus di, Kamis (16/6/2022).

Pengembanngan Geowisata Batu Angus diimbau Sandiaga harus melibatkan UMKM, juga destinasi wisata alam lainnya yang terintegrasi dan terimplementasi dengan baik.

 “Menurut standar UNESCO, pengembangan geopark wajib mengedepankan konservasi dan edukasi serta mengedepankan prinsip ekonomi dan budaya setempat, termasuk flora fauna endemik di dalamnya,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama Sandiaga mendorong Geowisata Batu Angus menjadi bagian dari Taman Bumi atau Geopark Nasional. Sandiaga menilai dengan keunikan geologinya, Batu Angus akan menarik minat wisatawan untuk belajar dan berkunjung ke kota yang berjuluk Kota Rempah itu.

“Wilayah ini menyuguhkan keunikan bongkahan batuan hitam bekas aliran lava Gunung Gamalama. Tidak perlu banyak mengeluarkan biaya, karena Allah SWT sudah menghadirkan suatu fenomena alam yang luar biasa dan saya mendukung aspirasi Geopark Ternate menjadi geopark nasional,” tukasnya.

Terkait pengembangan geopark, Kemenparekraf ujarnya juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 2 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengembangan geopark sebagai destinasi wisata. Peraturan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memenuhi prinsip-prinsip pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta membangun geopark yang kompetitif dan berkelas dunia.

Menurut sejarah, Batu Angus merupakan tumpukan bebatuan dari lahar beku yang mengarah ke laut. Lava terbentuk akibat letusan Gunung Gamalama yang kini menjadi latar belakang lokasi Batu Angus. Fenomena alam lelehan lava ini diketahui sudah mulai terjadi sejak tahun 1737 hingga membentuk Batu Angus di Kulaba. Sejumlah Geoswisata lain juga terbentuk dari lelehan lava Gunung Gamalama yaitu Batu Angus di Tubo Tugurara di tahun 1763 membentuk dan Batu Angus di antara belakang Bandara Sultan Babullah hingga Tarau, Kecamatan Ternate Utara pada tahun 1907.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *