“Target 1 Miliar Omzet, Panitia Siap Hitung Juga Jualan Sate dan Es Teh”

0

 

 

INVENTIF — Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menargetkan Gorontalo Karnaval Karawo 2025 akan didatangi 50 ribu pengunjung.

Angka itu, menurutnya, sangat realistis, apalagi kalau semua warga Gorontalo diwajibkan keluar rumah, ditambah tamu undangan, panitia, dan orang-orang yang kebetulan tersesat lewat alun-alun.

Karnaval ini menampilkan kain sulam Karawo yang sudah berumur ratusan tahun. Pemerintah optimis kain yang dibuat dengan penuh kesabaran ini bisa menarik generasi muda yang selama ini lebih sabar menunggu album terbaru Blackpink ketimbang menonton festival budaya.

“Kami berharap festival ini bisa membuat orang jatuh cinta dengan Karawo, bukan hanya sekadar ‘like and share’ di Instagram. Minimal mereka belanja satu syal, syukur-syukur sepasang taplak meja,” ujar Ni Luh, sambil berharap target transaksi Rp1 miliar tercapai, meski harga sate di arena festival masih dihitung masuk omzet.

Selain pawai busana Karawo, ada juga lomba dongeng, festival kuliner, hingga art & craft. Panitia berharap side event ini mampu menahan pengunjung agar tidak langsung pulang setelah foto-foto.

Tahun lalu, acara ini mencatat 31 ribu pengunjung dengan transaksi Rp325 juta. “Tahun ini target kita 50 ribu pengunjung dan Rp1 miliar. Kalau tidak tercapai, ya paling kita klaim saja angka perkiraan—kan biasanya tidak ada yang menghitung satu per satu,” tambahnya dengan senyum optimis khas pejabat.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, juga mendukung penuh. “Acara ini bisa meningkatkan ekonomi. Minimal pedagang balon, cilok, dan tukang parkir akan merasakan dampaknya langsung,” katanya.

Sementara itu, warga Gorontalo mengaku antusias, terutama karena jalan protokol ditutup sehingga mereka otomatis ‘terjebak’ menjadi penonton karnaval. ( NMC)

Leave A Reply

Your email address will not be published.