Satu Penumpang Bus Terjun ke Jurang Meninggal Dunia

0

INVENTIF – Satu penumpang bus pariwisata Duta Wisata yang terjun ke jurang objek wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis.

Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun menyampaikan dari 50 penumpang, sebanyak 37 orang diantaranya telah berada di dalam bus bernomor polisi B 7260 OGA tersebut saat peristiwa nahas berlangsung.

Satu penumpang meninggal dunia diketahui beridentitas Maja bin Hasyim (65), warga Tangerang Selatan. Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Bumijawa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

“37 (penumpang) sudah masuk. Saat kejadian, (penumpang) lainnya di luar. Untuk jumlah semua rombongan ada 107 (orang), dibagi menjadi dua (bus),” ujar Sajarod.

Menurut Sajarod, selain mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, peristiwa tersebut menyebabkan 1 orang mengalami luka berat dan 35 lainnya terluka ringan. Penyebab pasti peristiwa tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian.

“Masih kami dalami (penyebab),” tukasnya.

Dalam rekaman video yang beredar di media massa, bus terlihat melaju tak terkendali menuju jembatan dan sempat terguling beberapa kali sebelum terjun ke jurang. Warga sekitar memberikan kesaksian saat ditinggalkan sopir, bus dalam kondisi terparkir dengan mesin menyala karena sedang dipanasi. Dugaan sementara ada seorang anak kecil bermain dengan tuas rem.

Romyani sang sopir bus mengaku dirinya berani turun dari bus karena sudah mengaktifkan rem tangan. Dirinya bahkan mengaku juga mengganjal roda bus itu.

“Bus sudah direm tangan dan ban diganjel. Semua lengkap,” katanya.

Namun tanpa diduga saat Romyani turun ke warung dan meminum kopi sambal berbincang dengan panitia tur dan meminum segelas kopi, bus tiba-tiba meluncur dan akhirnya masuk jurang.

Minan Heyawan, Ketua RT 02 RW 22, Kayu gede, Paku Jaya, rombongan terdiri atas 120 orang peziarah yang berangkat dari Serpong Utara menggunakan dua bus pariwisata menuju objek wisata Guci. Rute bus sebelumnya dijadwalkan menuju Cirebon, Pemalang, Guci, kemudian ke Pekalongan

“Saat dipanaskan sopirnya tidak ada, karena pada saat itu jamaah sudah pada naik, diduga tuas rem dimainkan oleh anak kecil,” jelas Minan kepada wartawan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.