INVENTIF – Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono menyebut sudah ada 220 investor asing dan dalam negeri yang tertarik pada proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara. Mereka sudah menyatakan keinginannya menjadi calon investor dengan menandatangani dokumen awal berupa Letter of Intent (LoI).
Bambang menjelaskan dengan penandatangan LoI ini tidak berarti mereka langsung berinvestasi di IKN Nusantara. Melainkan membutuhkan waktu untuk sampai para investor menyatakan minatnya. Tapi dari LoI menjadi macul di lapangan itu membutuhkan waktu ya.
Para investor membutuhkan waktu untuk menyusun rencana bisnis yang menyesuaikan dengan kondisi geografis dan topografi di IKN Nusantara. Bahkan mereka perlu bolak-balik ke lapangan untuk memastikan jenis proyek yang bisa dikembangkan.
Lanjutnya Investor mungkin juga bolak balik melihat lapangan, bagaimana kondisi topografinya. Kalau di sana kan hill area atau bukit-bukit sehingga tentu desain-desain harus disesuaikan.
Hal ini menjadi penting baru investor karena berkaitan langsung dengan bagian atau variabel dari cost dari investasi yang ditanamkan. Sehingga prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Untuk itu, Otorita IKN bersama dengan tim yang lain akan mendukung kebutuhan para calon investor ini. Salah satunya dengan membentuk tim yang telah terintegrasi dari berbagai lembaga.
“Kami menjadi satu tim yg terintegrasi antara kami, Keuangan, investasi, ATR/BPN, dan PUPR dan yang lain siap untuk melayani ibu bapak sekalian apabila ada hal-hal yang perlu dipertajam atau perlu data atau informasi yang harus didapatkan,” tutupnya.
Penulis : Vinolla/Herman.