Dari Penjual Sate Kerang Menjadi Cahaya Literasi, Perjalanan Inspiratif Ibu Hana
INVENTIF – Di pagi hingga siang hari, Ibu Hana berkeliling menjajakan sate kerang demi menghidupi keluarganya. Namun ketika sore tiba, perempuan asal Desa Tuktuk, Pulau Samosir, Sumatera Utara, itu berganti peran. Ia membuka Gerobak Baca dan mendampingi anak-anak di desanya membaca buku.
Ketulusan dan semangatnya mengabdi melalui literasi kini diabadikan dalam buku “Ibu Hana: Kisah Penjual Sate Kerang dari Tuktuk”, yang dibahas dalam diskusi bertajuk Serial Inspirasi hasil kolaborasi Komunitas Penulis Diplomata Writers dan Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (YMKP) di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Diskusi tersebut dihadiri para penulis, pegiat literasi, dan pemerhati pendidikan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian kisah-kisah inspiratif sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Founder Diplomata Writers, Putu Anggreni, mengatakan setiap orang memiliki cerita yang layak dikenang dan diwariskan. Menurutnya, buku bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sebuah legacy yang mampu menyimpan pengalaman, nilai kehidupan, hingga kebijaksanaan agar tidak hilang ditelan zaman.
Selama lebih dari dua dekade, Diplomata Writers telah mendampingi berbagai tokoh, perusahaan, lembaga, hingga organisasi dalam mendokumentasikan perjalanan mereka melalui buku biografi, sejarah korporasi, maupun karya manajemen strategis. Kini, perhatian mereka juga diarahkan pada kisah-kisah masyarakat sederhana yang memiliki nilai keteladanan.
“Ibu Hana adalah salah satu contoh bahwa kisah sederhana sering kali menyimpan pelajaran hidup yang jauh lebih besar daripada teori,” ujar Putu.
Founder Yayasan Maharani Kirana Pertiwi, Esra Manurung, menjelaskan bahwa penulisan buku tersebut berangkat dari keyakinan bahwa setiap cerita baik layak dibagikan agar dapat menginspirasi lebih banyak orang.
Menurut Esra, buku merupakan jendela ilmu yang mampu membuka wawasan, memperluas cara pandang, sekaligus menghadirkan harapan bagi pembacanya. Karena itu, kisah para relawan yang bekerja tanpa pamrih di berbagai pelosok Indonesia perlu didokumentasikan agar menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.
Buku “Ibu Hana: Kisah Penjual Sate Kerang dari Tuktuk” menjadi bagian dari Serial Inspirasi, rangkaian buku yang mengangkat perjalanan hidup para relawan Gerobak Baca Yayasan Maharani Kirana Pertiwi di berbagai desa di Indonesia.
Sosok Ibu Hana menjadi potret nyata tentang ketangguhan. Meski setiap hari mencari nafkah dengan berjualan sate kerang keliling, ia tetap meluangkan waktunya untuk membuka Gerobak Baca dan mendampingi anak-anak membaca. Baginya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti berbagi ilmu dan harapan.
Melalui serial buku ini, Yayasan Maharani Kirana Pertiwi berharap semakin banyak kisah inspiratif dari pelosok Indonesia yang dapat diangkat ke permukaan. Cerita-cerita tersebut diharapkan mampu memotivasi masyarakat, terutama generasi muda, bahwa perubahan besar sering kali lahir dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
Kolaborasi antara Diplomata Writers dan Yayasan Maharani Kirana Pertiwi juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat budaya literasi nasional. Sebab, setiap perjalanan hidup, sekecil apa pun, memiliki nilai yang layak diwariskan dan dikenang melalui sebuah buku.