Selundupkan 1.16 Ton Ketamin HCL, Begini Kronologi Penghadangan MT Global 168

0

INVENTIf – Joint Operation (operasi bersama) Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri bersama BNN, Bea dan Cukai, Dit Polair Baharkam Polri serta Polda Sumut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,16 ton ketamin yang dibawa menggunakan Kapal MT Global 168. Satu WN Taiwan berinisial YCY (43) ditetapkan sebagai tersangka dan enam WNI yang menjadi awak kapal berbendera Mongolia tersebut diamankan dan berstatus saksi.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan pemantauan terhadap Kapal dengan perusahaan yang berkantor di Malaysia itu telah dilakukan sejak bulan Agustus 2026. Identitas kapal MT Global 168 ini sendiri dikemukakan Kapolri terungkap dari dokumen docking di kapal MV Fuchangxing 1 yang sebelumnya kedapatan menyelundupkan 800 Kg ketamin.

Di bulan September, Kapal MT Global 168 diketahui melakukan aktifitas docking di Pasir Gudang, Johor,  Malaysia menuju Port Klang untuk melakukan bunker. Hingga akhirnya di bulan Oktober 2025 Joint Operation meyakini adanya anomali pergerakan kapal tersebut di laut Andaman dan selanjutnya melakukan intersep di perairan Selat Malaka.

Brigjen Krist, panggilan akrab Direktur Narkoba Bareskrim Polri membeberkan kronologi keberhasilan penggagalan penyelundupan 1.16 ton ketamin HCL tersebut. Bermula dari informasi mengenai Kapal MT Global 168 yang diduga membawa narkoba atau obat-obatan keras secara ilegal. Dugaan tersebut menguat setelah  pemantauan sistem identifikasi otomatis atau AIS memperlihatkan pergerakan mencurigakan kapal tanker tersebut.

Mendapat informasi itu, Satgas Joint Operation mulai melakukan pemantauan pergerakan Kapal MT Global 168 . Pada tanggal 14 Oktober, Kapal MT Global 168 terpantau melintasi Selat Malaka, sejajar dengan perairan Taiping, Malaysia. Keesokan harinya, Kapal MT Global 168  terdeteksi mengalami penurunan kecepatan di perairan sebelah barat George Town, Pulau Penang Malaysia. Kapal ini terpantau mengarah Selat Malaka bagian utara. Sekitar pukul 18.57 WIB, Kapal MT Global 168 terpantau tiba di perairan lepas Pantai Utara Aceh.

Di hari Jumat, 18 Oktober 2026, Kapal MT Global 168 terpantau berada di perairan Lepas Pantai Palian, Thailand. Kapal melakukan manuver dengan penurunan kecepatan kapal. Sekitar pukul 20.27 WIB, kapal terpantau mengubah arah menuju selatan dari area labuh jangkar dan selanjutnya melakukan lego jangkar. Pada hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2026, sinyal AIS Kapal MT Global 168 memperbarui parameter lokasi di area labuh jangkar dengan pengaruh pergerakan jangkar atau arus laut.

Usai menganalisa pergerakan kapal yang diiringi semakin menguatnya kecurigaan adanya penyelundupan, pada hari Senin, tanggal 19 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00 WIB Satgas Joint Operation kemudian melaksanakan koordinasi di kantor Bea dan Cukai Kuala Tanjung Sumatera Utara.

Rencana operasi gabungan disusun untuk menghadang Kapal MT Global 168. Sekitar pukul 23.00 WIB, rencana intersep dimulai dengan menggunakan kapal KP Murai Dit Polair Baharkam serta Kapal BC 20006. Terget operasi adalah Intersep harus dilakukan sebelum Kapal MT Global 168 sebelum memasuki Pelabuhan Port Klang Malaysia.

Monitoring AIS berlanjut di hari Selasa, 20 Oktober 2026. Hasilnya ditemukan anomali pergerakan kapal MT Global 168. Pergerakan kapal terdeteksi relatif lambat dan melakukan manuver di perairan barat Thailand. Kapal tanker ini kemudian melakukan penjangkaran di kawasan Laut Andaman dengan dugaan menunggu instruksi terkait dengan kegiatan ship to ship (pemindahan barang ke kapal lain).

“Sekitar pukul 03.05 waktu setempat Satgas gabungan yang on board menggunakan kapal BC 20006 tiba di lokasi perairan Tanjung Balai Asahan dan lansung mendekati Kapal MT Global 168 dengan bantuan dari Kapal KP Murai Ditpolair Baharkam Polri. Satgas Joint Operation berhasil mencegah dan on board ke Kapal MT Global 168 serta mengamankan delapan orang awak kapal yang terdiri dari 7 WNI dan 1 WNA Taiwan . Kapal MT Global 168 beserta awak kapal kemudian dikawal menuju Pelabuhan Belawan Sumatera Utara,” terang Brigjen Krist.

Sukses melakukan intersep dengan temuan barang bukti lebih dari 1 ton ketamin ilegal, Kapal MT Global 168 selanjutnya dikawal dua kapal, yaitu BC 20006 dan Kapal Murai Baharkam Polri menuju Pelabuhan Belawan. Kapal tanker minyak berbendera Mongolia ini tiba dan dipaksa bersandar di Pelabuhan Belawan pada tanggal 21 Oktober sekitar pukul 12.00 WIB.

“Interogasi kemudian dilakukan terhadap seluruh awak Kapal MT Global 168 diiringi penggeledahan dan pemeriksaan alat komunikasi secara menyeluruh. juta jiwa dari ancaman bahaya penyalahgunaan ketamin. Seluruh tindakan yang dilakukan oleh Satgas Operasi Laut Gabungan merupakan kolaborasi nyata sebagai preventif strike dan bentuk perlindungan pemerintah kepada seluruh masyarakat Indonesia dari bahaya narkoba dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tukas Brigjen Krist.

Leave A Reply

Your email address will not be published.