Mengenal Telesurgery, Operasi Jarak Jauh dengan Robot Bedah

0

INVENTIF: Dunia kedokteran kini sudah menggunakan metode robotic surgery atau operasi robotik untuk melakukan operasi terhadap pasien. Robot bedah pun kini dapat dilakukabnn dari jarak jauh yang dikenal dengan telesurgery.

Robotic surgery merupakan metode bedah atau operasi yang dilakukan dengan bantuan komputer dan lengan robot. Dilansir laman BRIN, metode Ini merupakan salah satu bentuk dari perkembangan teknologi di dunia kedokteran yang memanfaatkan tindakan presisi dan stabilitas mekanis.

Terdapat banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan operasi sistem robotik daripada metode operasi lainnya. Hal ini karena gerakan dari robot dianggap lebih stabil apabila dibandingkan dengan tangan manusia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Elektronika (PRE) melakukan penelitian terkait telesurgical system, yang merupakan teknologi jarak jauh untuk melakukan operasi bedah dengan menggunakan robot atau sistem yang dikendalikan dari jarak jauh oleh seorang ahli bedah.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Elektronika BRIN, Riyanto, dalam acara Bincang Sains BRIN Kawasan Bandung Garut (Bisaan Bangga), menjelaskan bahwa perkembangan telesurgery atau robot telesurgery di dunia telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Riyanto menjelaskan, telesurgery mengacu pada penggunaan teknologi jarak jauh untuk melakukan operasi bedah dengan menggunakan robot atau sistem yang dikendalikan dari jarak jauh oleh seorang ahli bedah. Manfaat operasi dengan bantuan robot antara lain memberi ahli bedah peningkatan presisi dan stabilitas, sehingga mengurangi risiko kesalahan manusia. Waktu pemulihan yang lebih singkat, mengurangi rasa sakit, meningkatkan kemampuan ahli bedah mengidentifikasi dan menangani struktur yang rumit.

“Robot juga dapat melakukan manuver yang kompleks dan memiliki jangkauan gerak yang lebih luas daripada tangan manusia serta membantu mengurangi kelelahan para ahli bedah, mengurangi kelelahan fisik selama prosedur yang panjang, dan mengurangi ketidaklancaran keterlambatan pengiriman data,” jelas Riyanto.

Pengembangan jaringan 5G menurutnya, telah memungkinkan transmisi data dalam waktu nyata dengan latensi yang sangat rendah. Hal ini merupakan faktor penting dalam kesuksesan telesurgery, karena operasi memerlukan komunikasi tanpa hambatan antara operator dan robot bedah.

Meskipun ada banyak kemajuan dalam telesurgery, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi, termasuk masalah keamanan data dan privasi, biaya implementasi teknologi, dan pelatihan tenaga medis yang memadai. Namun, perkembangan ini membuka potensi besar untuk meningkatkan akses terhadap perawatan bedah berkualitas dan menghadirkan perawatan yang lebih efisien dan efektif di seluruh dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.