Hebat! Warung Sembako Madura Bikin Ketar-ketir Minimarket Modern

0

INVENTIF – Belakangan ini santer kabar jika warung sembako Madura diimbau untuk tak buka 24 jam. Salah satu daerah yang telah mengeluarkan imbauan itu adalah Klungkung, Bali.

Dikutip dari Peraturan Daerah (Perda) Klungkung Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan disebutkan jika pemerintah Klungkung mengatur jam operasional minimarket, hypermarket, department store, dan supermarket.

Sesuai Pasal 4 Perda Klungkung 13/2018, untuk Senin-Jumat, jam operasional pukul 10.00 WITA hingga 22.00 WITA. Untuk Sabtu-Minggu, pukul 10.00 WITA hingga 23.00 WITA. Kemudian, saat hari besar keagamaan, libur nasional, alias hari tutup tahun buku/ tutup tahun akuntansi sampai 00.00 WITA.

Seperti dikatakan Lurah Penatih, Klungkung, I Wayan Murda, jumlah alasam dilontarkan terkait keluarnya perda ini, salah satunya lantaran alasan keamanan lantaran pedagang menjadi korban kriminalitas. Seperti barangnya dicuri dan juga kadang ada orang belanja sambil minum-minuman keras lalu timbul gesekan.

Kemudian imbauan itu dikeluarkan untuk kesehatan para pedagang. Karena, pedagang warung kelontong buka sampai 24 jam hingga bergadang yang dipandang hal itu tidak sehat.

Namun, larangan ini ditengarai lantaran adanya keluhan dari minimarket yang merasa tersaingi akan keberadaan warung sembako Madura ini.

Indikasi ini terlihat dari pernyataan Kepala Satpol PP Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa yang mengaku menerima keluhan pengusaha minimarket soal warung sembako Madura yang beroperasi 24 jam.

“Kami memang mendapat keluhan dari pengusaha minimarket dengan adanya warung Madura buka sehari penuh tanpa tutup,” ujar Dewa.

Memang, kehadiran warung Madura di tengah masyarakat kerapkali dibanding-bandingkan dengan minimarket modern yang lebih dulu merajai bisnis ritel di Indonesia.

Kiprah minimarket di tanah air sudah dimulai pada 1980-an, dimana saat itu sang pemiliki awalnya membangun toko kelontong tersebut untuk memenuhi kebutuhan para pegawai yang kemudian lahirlah warung Madura yang digadang-gadang sebagai pesaing.

Meskipun warung sembako Madura termasuk toko kelontong tradisional, namun omset yang didapat tak kalah menggiurkan dari minimarket modern yang mengusung konsep toko kekinian.

Selain meraih banyak omset, ada pula kelebihan warung sembako Madura lainnya yang tidak bisa dilakukan minimarket modern, salah satunya adalah banyaknya pilihan produk kebutuhan sehar-hari.

Selain menjual makanan dan minuman kemasan serta berbagai jenis cemilan, di warung sembako Madura juga menjual kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak curah dan lain sebagainya dan bisa menjadi langganan ibu rumah tangga untuk kebutuhan sehari-harinya.

Selain menjual aneka kebutuhan pokok sehari-hari, warung sembako Madura berani menjual produk dengan harga yang relatif lebih murah.

Pasalnya mereka berani mengambil keuntungan yang tipis namun volume penjualannya tinggi dengan cara membuka toko dengan nonstop alias 24 jam.

Strategi bisnis lainnya yang diterapkan pemilik warung sembako Madura adalah kepiawaiannya menjaga hubungan baik dengan pemasok.

Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan, menjaga hubungan baik dengan supplier bertujuan agar si pemilik warung bisa mendapatkan harga terbaik dan bersaing dengan toko lain. Ujung-ujungnya mendapat profit yang luar biasa signifikan.

Selain itu, jika Anda berbelanja di minimarket modern kerap dikenakan biaya tambahan untuk membayar tukang parkir. Namun sebaliknya, di warung sembako Madura, konsumen bisa bebas membawa kendaraan tanpa dikenakan biaya tambahan. Hal ini membuat konsumen merasa nyaman karena tidak harus membayar biaya parkir.

Walaupun bekerja tidak mengenakan seragam dan cenderung mengunakan peralatan yang manual, pemilik warung sembako Madura tidak gengsi untuk menjalankan bisnis tersebut. Hal ini nampaknya menjadi etos kerja warga yang kerap disapa warga Medhuro ini, sehingga usaha warung kelontong yang dijalankan sukses, bahkan bisa meraup omzet puluhan juta dalam sebulan.

Soal imbauan agar tak buka 24 jam ini, Ketua Paguyuban Warung Sembako Madura Indonesia, Cak Hamied menolak imbauan ini.

“Kami dari Paguyuban Warung Sembako Madura Indonesia menolaknya,” ujar Hamid, Sabtu (27/4).

Ia pun kemudian memberikan menyatakan sikap tertulis:

1. Warung Madura sebagai bagian dari usaha mikro seyogyanya dilindungi dan dibina oleh pemerintah, bukan malah mau diberangus.

2. Warung Madura sebagaimana warung kelontong lain di Indonesia sudah membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang seharusnya menjadi tugas pemerintah. Seharusnya pemerintah berterima terhadap kehadiran warung Madura dengan cara melindungi bahkan membantu membesarkannya.

3. Terkait buka 24 jam, itu bagian dari strategi penjualan dan bagaimana kecerdasan menangkap kebutuhan market. Di mana pada jam-jam tersebut masih ada yang belanja. Artinya itu bagian dari layanan ekstra yang diberikan oleh kami para pedagang sembako Madura. Dan pelanggan kami malah berterima kasih terutama tukang ojek online, supir taksi online, atau mereka mereka yang lembur kebutuhannya dapat kami penuhi.

4. Bahwa jika ada pengusaha apalagi minimarket yang notabene milik kapitalis dan borjuis yang merasa tersaingi atau terganggu dengan kehadiran warung kecil milik rakyat kecil ini sangat aneh jika menggunakan tangan kekuasaan sekelas kementrian koperasi?. Harusnya mereka berani bersaing secara fair, buka saja juga 24 jam sebagaimana warung Madura jika mau?

5. Terkait gonta ganti karyawan, itu adalah sistem kami warung Madura agar ada pemerataan pendapatan. Membuka peluang lebih banyak yang dibantu kehidupannya. Bukankah minimarket juga ada pergantian karyawan? Kenapa itu tidak dipersoalkan?

6. Terkait ijin usaha, setiap warung Madura akan lapor ke RT/RW setempat termasuk kepada kelurahan/desa setempat untuk membuat ijin usaha. Jika ada yang tak berijin, tinggal disosialisasikan dan dihimbau untuk membuat ijin usaha dan bukan malah meminta untuk menutup usahanya.

7. Jangan sampai stigma bahwa pemerintahan Jokowi lebih pro pengusaha besar dan menginjak-nginjak rakyat kecil itu menjadi ada justifikasi dengan ulah menteri koperasi yang tidak pro rakyat ini.

“Karena kami yakin, Presiden Jokowi hadir untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk hadir bagi warung-warung Madura,” pungkas Hamid. (RNZ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.