HBA Ke-64, Citra Kejaksaan Agung Meroket

0

INVENTIF – Kejaksaan Agung RI memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64. Kegiatan dipusatkan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Ragunan, Jakarta Selatan, pagi ini. Jaksa Agung ST Burhanuddin bertindak sebagai inspektur upacara (irup).

Jaksa Agung meminta jajaran Kejaksaan untuk menjaga hasil pencapaian yang telah diraih lembaga tersebut. “Goresan tinta emas Kejaksaan ini harus dijaga, dirawat, dikembangkan. Jangan sia-siakan segala pengorbanan dan kerja keras yang telah kita lakukan bersama,” kata dia.

Kejaksaan mampu mencetak sejarah dengan menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya. Capaian tersebut, kata dia, merupakan kombinasi dari pelaksanaan tugas dan wewenang penanganan perkara yang tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat, yakni dalam arti orang yang memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni.

Merujuk hasil survei tatap muka Litbang Kompas, citra Kejaksaan cenderung positif di mata publik. Survei periode Juni 2024 merekam, citra positif Kejaksaan berada di angka 68,1 persen. Penilaian publik ini sekaligus menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap capaian kinerja Kejaksaan selama semester I tahun 2024. Kinerja ini untuk terus mawas diri dan introspeksi. “Tetap akan ada kekurangan dan kelemahan yang harus dibenahi. Sehingga kita harus terbuka terhadap kritik yang konstruktif terhadap tugas dan kewenangan yang telah kita laksanakan guna meningkatkan performa yang lebih baik lagi,” kata Burhanuddin.

Capaian kinerja Kejaksaan salah satunya menyelamatkan kerugian negara Rp1,3 triliun. Kejagung juga mengungkap penanganan perkara mega korupsi tata kelola pertambangan timah dengan kerugian total sebesar Rp300 triliun. Kerugian negara sebesar Rp29 triliun dan kerugian keuangan negara karena kerusakan lingkungan sebesar Rp271 triliun.

Kinerja Kejaksaan Agung

Berikut rincian capaian kinerja Kejagung:

a. Bidang Pembinaan. sampai 12 Juni 2024 penyerapan anggaran Kejaksaan RI mencapai persentase 49,50% senilai Rp9,2 triliun. Juga telah melaksanakan penerimaan pegawai Tahun Anggaran 2023 dengan jumlah perekrutan sebanyak 7.648 CPNS dan 249 PPPK;

b. Bidang Intelijen. Per Juli 2024 telah melakukan kegiatan pengamanan pembangunan strategis sebanyak 258 proyek, yang di dalamnya terdapat 86 proyek strategis nasional. Kemudian pelaksanaan Tangkap Buronan periode Januari sampai Juni 2024 sejumlah 73 orang;

c. Bidang Tindak Pidana Umum. Penyelesaian penanganan perkara hingga tahap eksekusi sampai pada Juni 2024 sebanyak 46.300 perkara, dan tahap dua sebanyak 55.202 perkara. Penghentian penuntutan dengan pendekatan keadilan restoratif sejak diundangkannya beleid tentang keadilan restoratif, sebanyak 5.482 perkara. Serta membentuk Rumah Restorative Justice sebanyak 4.617 dan Balai Rehabilitasi NAPZA sebanyak 112 balai rehab;

d. Bidang Tindak Pidana Khusus. Sepanjang semester I tahun 2024 telah melakukan penyelamatan dan pemulihan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp1,3 triliun. Di tahun ini bidang pidsus sedang mengungkap penanganan perkara mega korupsi tata kelola pertambangan timah dengan kerugian total sebesar Rp300 triliun yang terbagi menjadi kerugian negara sebesar Rp29 triliun dan kerugian keuangan negara karena kerusakan lingkungan sebesar Rp271 triliun;

e. Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Berhasil melakukan penyelamatan Keuangan Negara melalui jalur perdata sebesar Rp23 triliun. diambah emas seberat 107 ton serta pemulihan keuangan negara sebesar Rp636 miliar. Selanjutnya sejak Januari sampai Juni 2024 dalam Pendampingan Proyek Strategis Nasional. Bidang Datun melakukan pendampingan hukum sebanyak 3 kegiatan dan 6 pendapat hukum.

Dalam penanganan perkara perdata, telah melakukan bantuan hukum litigasi sebanyak 707 perkara dan bantuan hukum non-litigasi sebanyak 13.566 perkara. Sedangkan di bidang Tata Usaha Negara sebanyak 151 perkara serta perkara uji materiil sebanyak 26 perkara.

f. Bidang Pidana Militer. Sejak Agustus 2023 sampai Juni 2024, telah melaksanakan fungsi koordinasi teknis penuntutan yang dilakukan oleh Oditurat sebanyak 118 kegiatan.Terdiri dari 59 Penindakan, 40 Penuntutan dan Eksekusi sejumlah 19 perkara;

g. Bidang Pengawasan. Sampai dengan Juni 2024 telah melakukan penjatuhan hukuman disiplin terhadap 48 pegawai. Rincian sebagai berikut 4 pegawai dijatuhi hukuman disiplin ringan, 20 pegawai dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan 24 pegawai dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat. Bidang Pengawasan juga mampu mendorong tingkat kepatuhan pelaporan harta kekayaan LHKPN sebesar 97,5%.

h. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Tahun Anggaran 2024 berjalan sampai bulan Juni, telah dilaksanakan Diklat Teknis Fungsional serta Diklat Manajemen dan Kepemimpinan dengan jumlah peserta mencapai 999 orang;

i. Badan Pemulihan Aset. Sejak bulan Desember tahun 2023 sampai bulan Juni tahun 2024, BPA telah melaksanakan pemulihan aset yaitu penjualan lelang untuk optimalisasi PNBP. Alih status penggunaan, pemanfaatan dan hibah barang milik negara yang berasal dari barang rampasan dan pendampingan Kementerian/ Lembaga senilai Rp196 miliar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.