Klinik Estetika Disorot, Pasien Alami Bekas Luka Serius

0

 

INVENTIF – Mimpi tampi keren tak kesampaian.  Apa yang dijanjikan ruang operasi berubah menjadi luka yang tak kunjung pulih.

Seorang warga negara Indonesia berinisial EV mengaku menjadi korban dugaan malpraktik usai menjalani operasi tarik wajah di Korea Selatan. Prosedur itu ditangani Dr. SH, dokter yang dikenal lewat brandnya dan memiliki dua klinik estetika di Jakarta.

EV menceritakan kisahnya dengan nada getir kepada aqak media (22/8). Ia datang dengan harapan memperindah diri, setelah berkonsultasi di klinik Dr S, Jakarta. Namun, kenyataan berkata lain.

“Bekas jahitannya seperti habis operasi besar di otak. Sampai sekarang tidak sembuh,” keluhnya, saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/8/2025) malam.

Alih-alih wajah yang lebih segar, ia justru membawa pulang luka yang membekas dalam-dalam. “Bukan hasil seperti dipromosikan yang saya dapat, melainkan bekas luka yang memalukan,” ujarnya.

EV mengaku sudah mengeluarkan biaya fantastis, mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta. Karena hasil yang mengecewakan, ia menuntut pengembalian dana penuh. Namun, pihak klinik menolak, hanya menawarkan operasi ulang. “Saya menolak, karena risikonya jauh lebih besar,” tegasnya.

Kekecewaan EV semakin mendalam setelah ia mendapatkan informasi dari sejumlah ahli bedah di Indonesia. “Ternyata Dr. S bukan spesialis bedah plastik,” ungkapnya dengan nada penuh kecewa.

Sejak operasi pada April 2024, EV sudah tiga kali bolak-balik ke Korea Selatan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, semua usahanya sia-sia. “Mereka tetap tidak mau mengembalikan uang saya,” tambahnya.

EV pun mengimbau masyarakat Indonesia agar lebih berhati-hati sebelum menjalani prosedur kecantikan, terutama yang menggandeng dokter asing.

“Hampir 90 persen pasien Dr. S adalah WNI. Jangan mudah percaya dengan klinik perwakilan di Indonesia. Pastikan legalitas dokter, tanyakan langsung pada klinik induknya di luar negeri,” pesannya.

Seorang rekannya yang enggan disebut namanya pun bersuara. “Kami kasihan padanya, dan khawatir masih banyak orang lain yang akan bernasib sama,” katanya lirih.

Menanti Klarifikasi

Hingga berita ini dirilis, Dr. S maupun pihak klinik belum memberikan pernyataan resmi untuk kebenarannya.  Kasus ini kini menjadi sorotan publik, memunculkan kekhawatiran soal standar keselamatan medis di klinik kecantikan—terutama yang mengklaim bekerja sama dengan dokter asing.

Apakah luka EV hanyalah kasus tunggal, atau alarm keras bagi dunia estetika di tanah air? Pertanyaan itu kini menggantung, menanti jawaban pihak terkait. (ISS)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.