Suara Aspirasi Jangan Dibalas dengan Api, Mari Tenangkan Negeri

0

 INVENTIFLangkah-langkah massa masih bergema di jalanan ibu kota dan beberapa daerah. Ada yang melangkah dengan tertib, ada pula yang terseret emosi, meninggalkan jejak perusakan.

Di tengah riuh itu, suara seorang menteri menggema dari pelosok Nusantara, membawa pesan sejuk bagi negeri yang sedang gelisah.

Menteri Agama Nasaruddin, dalam giat Zikir dan Doa Bersama untuk Negeri di Button Tengah, Sulawesi Tenggara, mengulurkan imbauan. Ia meminta agar aspirasi tetap disuarakan, namun tidak dengan amarah yang melukai.

“Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga bangsa. Tapi jangan biarkan hak itu ternodai oleh anarkisme, sebab justru merugikan semua pihak,” ujarnya, lirih namun tegas, Sabtu (30/8/2025).

Suara Sejuk dari Para Tokoh

Dalam kebersahajaan zikir, Menag mengajak para tokoh agama, masyarakat, dan akademisi untuk menenangkan suasana. Ia tahu, kata-kata para pemuka bisa menjadi pelita di tengah gelapnya provokasi.

“Saya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan, demi terjaganya kohesivitas sosial. Biarlah umat tetap teduh, tidak terprovokasi,” ucapnya.

Ia menitipkan pesan pula kepada para penyuluh agama, para kyai, ustadz, dan pemimpin perguruan tinggi. Di tangan mereka, kata-kata bisa menjadi doa, sekaligus perisai persatuan bangsa.

Luka yang Menyisakan Doa

Namun, Menag tak menutup mata. Ada air mata yang jatuh di antara suara aspirasi. Ada nyawa yang terenggut. Nama Affan Kurniawan, pemuda ojek online yang wafat, kini menjadi duka kolektif bangsa.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Semoga keluarganya diberi ketabahan, dan bagi mereka yang terluka semoga segera pulih,” tutur Menag dengan suara berat.

Percaya pada Keadilan

Kepada masyarakat, Menag menitip pesan agar percaya pada hukum yang sedang bekerja. Ia mengingatkan, keadilan harus ditempuh lewat jalur yang jernih, bukan lewat bara kemarahan.

“Proses penegakan hukum sedang berjalan. Percayakan kepada aparat yang bekerja secara profesional dan transparan,” katanya penuh harap.

Doa untuk Indonesia

Di ujung pidatonya, suara Menag berubah menjadi doa. Ia meminta seluruh umat beragama agar bersama-sama memohon kepada Tuhan, agar Indonesia tetap rukun, aman, dan damai.

“Mari kita ambil hikmah dari peristiwa ini. Mari perbaiki diri, agar bangsa ini terus berjalan menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(ISS)


 

Leave A Reply

Your email address will not be published.