Senja Kemerdekaan di Ancol, Si Manis Jembatan Ancol Hadir Membawa Cerita

0

INVENTIF — Ada banyak cara merayakan kemerdekaan. Ada yang memilih berdesakan di lapangan, mengibarkan merah putih, mengikuti lomba, atau sekadar berkumpul bersama keluarga.

Namun, di Ancol, kemerdekaan kali ini hendak dirayakan dengan cara yang lebih romantis: ditemani matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat, suara musik, dan kisah klasik Si Manis Jembatan Ancol.

Pada 17 Agustus 2026, kawasan Beach City International Stadium (BCIS) akan menjadi panggung bagi drama musikal Si Manis Jembatan Ancol. Sebuah pertunjukan yang memadukan drama, musik, nyanyian, dan nostalgia, sekaligus menawarkan hiburan bagi masyarakat yang ingin menghabiskan hari kemerdekaan di tepi pantai.

Yang membuat pertunjukan ini semakin berwarna adalah kehadiran sejumlah nama yang sudah akrab di panggung hiburan Tanah Air. Ada Vivian Voo, penyanyi yang dikenal dengan karakter vokal khas Mandarin; Ozy Syahputra; Harry De Fretes, sosok yang lekat dengan karakter Boim dalam Rumpi; serta Ika Amoy dan Merdi Sihombing, penyanyi sekaligus desainer batik.

Di BCIS, panggung bukan satu-satunya pertunjukan. Alam pun seperti ikut mengambil bagian. Menjelang petang, matahari turun perlahan. Langit berubah warna, sementara laut di hadapan kawasan Beach City memantulkan cahaya senja.

Dalam suasana semacam itu, kisah Si Manis Jembatan Ancol menemukan ruang yang barangkali paling tepat: sebuah cerita lama yang kembali disampaikan dalam kemasan baru, di antara suara ombak dan kerlap-kerlip cahaya malam.

Kegiatan ini digelar menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kerja sama Beach City International Stadium (BCIS) dengan Suara Wartawan Indonesia (SWI).

Bagi pengunjung Ancol yang ingin menikmati hiburan pada hari kemerdekaan, BCIS bisa menjadi salah satu tujuan. Tempat ini bukan sekadar ruang pertunjukan, tetapi juga menawarkan suasana rekreasi yang cukup lengkap. Kuliner, pantai, dan ruang berkumpul bersama keluarga berpadu menjadi satu pengalaman.

Menuju BCIS pun relatif mudah. Dari Gerbang Karnaval, pengunjung dapat langsung menuju bangunan tiga lantai tempat acara berlangsung. Sementara dari Gerbang Timur maupun Gerbang Barat, tersedia bus khusus Wara Wiri yang mengantar pengunjung menuju kawasan BCIS.

Bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi, lokasi BCIS berada tidak jauh dari kawasan Gong Besar dan makam prajurit Belanda.

Ketika malam mulai turun dan lampu-lampu menyala, suasana pantai tentu memiliki cara sendiri untuk membuat sebuah acara terasa lebih istimewa. Apalagi jika musik, cerita, dan wajah-wajah yang sudah dikenal publik ikut hadir di dalamnya.

Maka, 17 Agustus di Ancol bukan hanya tentang merayakan tanggal di kalender. Ia bisa menjadi tentang keluarga yang berkumpul, makanan yang disantap bersama, laut yang membentang, matahari yang pamit perlahan, dan sebuah cerita lama yang kembali mengetuk ingatan.

Drama musikal Si Manis Jembatan Ancol pun hadir bukan sekadar untuk ditonton, tetapi untuk dinikmati sebagai bagian dari suasana. Sebab terkadang, kenangan terbaik tentang sebuah hari kemerdekaan justru lahir dari hal-hal sederhana: senja, musik, keluarga, dan cerita yang pulang ke hati.

Leave A Reply

Your email address will not be published.