Scream or Dance 2026 Tak Jadi Digelar di Ancol
INVENTIF — Rencana festival musik elektronik internasional Scream or Dance 2026 di kawasan Taman Impian Jaya Ancol akhirnya batal.
Keputusan tersebut diambil setelah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berdialog dengan pihak promotor dan mempertimbangkan aspirasi publik.
Melalui keterangan resminya, Senin (28/9/2026), Ancol menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan promotor bahwa festival tersebut tidak diselenggarakan di kawasan Ancol.
“Kesepahaman ini merupakan hasil dialog yang saling menghormati dan mempertimbangkan berbagai aspek,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis.
Scream or Dance 2026 merupakan festival musik elektronik yang memadukan pertunjukan musik dengan suasana Halloween. Setelah tidak jadi digelar di Ancol, festival tersebut dijadwalkan berlangsung di Community Park PIK 2, Tangerang, pada 31 Oktober–1 November 2026.
Bagi Ancol, keputusan tersebut menjadi momentum untuk kembali menata berbagai kegiatan hiburan yang berlangsung di kawasan wisata tersebut.
Ancol juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul dan memastikan penataan event akan terus dilakukan, termasuk pengaturan penjualan minuman beralkohol dengan memperhatikan aturan, karakter kawasan, serta keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Ancol sebagai salah satu destinasi wisata dan rekreasi keluarga di Jakarta.
Ancol, Tempat Rekreasi yang Terus Berkembang
Ancol bukan sekadar tempat bermain atau menikmati pantai. Kawasan di Jakarta Utara ini telah berkembang menjadi salah satu pusat rekreasi, hiburan, kuliner, seni, dan berbagai pertunjukan.
Di dalam kawasan Ancol terdapat sejumlah destinasi wisata seperti Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Atlantis, serta kawasan pantai dan ruang terbuka yang menjadi tempat rekreasi masyarakat.
Karena itu, berbagai kegiatan di Ancol harus berjalan beriringan dengan karakter kawasan dan kebutuhan pengunjung.
Ada keluarga yang datang membawa anak-anak, wisatawan yang ingin menikmati pantai, hingga masyarakat yang datang untuk menyaksikan konser dan pertunjukan.
Ancol pun dituntut mampu menjadi ruang hiburan untuk berbagai kalangan tanpa mengorbankan kenyamanan pengunjung lainnya.
Aspirasi Publik Jadi Pertimbangan
Ancol menyatakan akan terus melakukan komunikasi dengan penyelenggara kegiatan serta memperhatikan aspirasi masyarakat dalam penataan event.
Bagi pengelola, keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi bagian penting dalam menjaga Ancol sebagai destinasi wisata yang inklusif.
Festival boleh berganti tempat. Musik boleh berpindah panggung. Namun bagi Ancol, pekerjaan menjaga kawasan wisata tetap nyaman bagi keluarga, wisatawan dan masyarakat Jakarta tetap harus berjalan.
Sebab pada akhirnya, Ancol bukan hanya tentang panggung dan musik, tetapi juga tentang pantai, ruang terbuka, keluarga, dan tempat masyarakat menikmati waktu luang di tengah hiruk-pikuk Jakarta. (NM)
Comments are closed.