Ada Uang Pelicin di Rekuitmen Polri? Yuks Hubungi Hotline Ini

0

INVENTIF – Pastikan proses rekruitmen tanpa kecurangan dan uang pelicin atau sogokan, Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Selasa (11/04/2023) meluncurkan hotline pengaduan masyarakat (dumas) terkait proses rekrutmen calon anggota Polri. 

Asisten Kapolri bidang SDM (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo mengajak masyarakat yang mengalami, melihat, mendengar dan mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam proses penerimaan calon anggota polisi untuk mengadu ke nomor ponsel 085773760016. Nomor tersebut dipastikannya tersambung langsung dengan aplikasi WhatsApp SSDM Polri.

Mantan Kadiv Humas Polri ini tak menampik masih adanya paradigma negatif terhadap Polri dalam proses rekruitmen anggotanya. Fakta atas keterlibatan lima perwira dan bintara Polda Jateng mempertegas kebenaran atas anggapan miring masyarakat terhadap Korps Bhayangkara. Keberadaan Hotline pengaduan masyarakat diharapkannya dapat membuat proses rekuitmen anggota Polri tak diwarna kecurangan dan politik uang. Singkatnya, kegiatan rekrutmen harus menjadi kontribusi positif dengan melaksanakan prinsip Betah (bersih, transparan, akuntabel dan humanis), dan clean and clear

“Brand image yang masih melekat di masyarakat, ‘masuk polisi pakai uang’, ‘masuk bintara sekian ratus (juta rupiah)’, ‘(masuk) taruna sekian ratus juta atau sekian miliar (rupiah)’. Image ini harus kita rubah,’ kata Dedi saat peluncuran Hotline Dumas Rekruitmen anggota Polri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2023).

“Kita harus ubah image tersebut. Contoh kasus di Jawa Tengah ini sudah cukup memukul kita. Jangan sampai terulang kembali. Mitigasi sedari awal sampai selesai proses rekrutmen,” timpalnya seraya meminta jajarannya di pusat dan daerah untuk menggandeng pihak eksternal untuk pengawasan proses rekrutmen anggota.

Mantan Kapolda Kalteng ini memastikan hanya satu nomor hotline yang resmi dipakai SSDM Polri sebagai sarana pengaduan terkait proses rekrutmen. Masyarakat yang mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam proses penerimaan calon anggota polisi dapat mengadu ke nomor ponsel 085773760016, yang tersambung langsung dengan aplikasi WhatsApp SSDM Polri. Selaras dengan keinginan itu, operator hotline diultimatum bersikap proaktif menanggapi masyarakat.

“Operator hotline juga harus proaktif, harus menjawab apa saja yang jadi pertanyaan masyarakat terkait rekrutmen ini,” ujarnya.

Lebih jauh Dedi mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai pesan atau panggilan dari nomor selain hotline SSDM Polri dan hotline masing-masing panitia daerah yang berdalih panitia penerima anggota Polri. Menurut Dedi, penghubung dengan nomor selain Hotline SSDM dipastikan adalah oknum makelar atau calo yang memanfaatkan proses rekrutmen untuk mencari keuntungan sendiri.

Sebelumnya tanggal 20 Maret 2023 lalu, Polda Jawa Tengah memecat lima anggotanya yang terlibat kasus calo penerimaan Bintara Polri 2022, masing-masing adalah Kompol AR, Kompol KN, AKP CS, Bripka Z, dan Brigadir EW. Praktik kecurangan penerimaan Bintara Polri 2022 tersebut turut menyeret dua PNS di lingkungan Polda Jateng, salah satunya berstatus dokter. Dalam melancarkan aksinya, para oknum menarifkan mulai dari Rp250 juta hingga Rp2,5 miliar sebagai uang pelicin atau sogokan untuk diterima sebagai anggota Polri dalam proses seleksi atau penerimaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.