INVENTIF – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memproyeksikan proses pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon—Semarang (Cisem) akan rampung seluruhnya pada awal atau pertengahan tahun 2025.
Menteri ESDM menyampaikan dirinya baru saja bertemu Presiden Joko Widodo untuk melaporkan kemajuan pembangunan pipa gas Cisem ruas I Semarang—Batang. Pemerintah akan mengerjakan pipa gas Cisem ruas II Batang—Kandang Haur Timur, lalu sisanya baru sampai Batang, mungkin satu setengah tahun lagi jadi nanti ke Cirebon.
Pipa gas tersebut juga tersambung dengan pipa gas Gresik—Semarang (Gresem) yang sudah beroperasi sejak pertengahan tahun 2021.
Penyambungan tersebut dilakukan untuk mendistribusikan produksi gas bumi yang melimpah di Jawa Timur, yang selama ini belum semuanya tersalurkan. Jadi harus kita pasangin pipanya ke Barat, ke Jawa Barat, supaya nanti di Balongan bisa mengurangi LPG, enggak usah pakai LPG, mengurangi impor LPG,” katanya.
Selepas pipa Cisem tersambung dengan Gresem, Arifin menuturkan pihaknya bakal mengusulkan tahapan selanjutnya untuk menyambungkan pipa gas yakni dari Dumai ke Sumatra Utara.
Menurut Arifin, dengan penyambungan pipa gas tersebut, maka pemenuhan kebutuhan di Sumut tidak perlu mendatangkan LNG dari Papua dan cukup dari Jawa-Sumatra. Kalau yang sekarang ini (panjangnya) masih kita siapkan ini 240 km. Yang sudah mau selesai 80 km, sisanya sampai Cirebon nanti. Kemudian yang di Sumatra 460 km.
“Memperkirakan sambungan pipa gas Jawa-Sumatra tersebut bisa terwujud pada 2027 apabila mendapatkan dukungan anggaran” Tutup Arifin.
Penulis : Vinolla.