Cuka Apel untuk Memutihkan Gigi, Amankah?
INVENTIF: Cuka apel sering digunakan sebagian orang untuk memutihkan gigi. Cara ini dianggap efektif karena cuka apel memiliki sifat abrasif yang bisa menghilangkan noda membandel di gigi sehingga dapat mengembalikan warna alaminya.
Biasanya, cuka apel yang dijadikan pemutih gigi ini dibuat menjadi obat kumur setelah gosok gigi. Namun, apakah penggunaan cuka apel ini aman dalam jangka panjang? Untuk lebih jelasnya coba simak beberapa ulasan sebagai berikut.
Cuka apel bersifat asam, terutama pada senyawa asam asetat dan beberapa orang menggunakannya sebagai pemutih gigi alami. Begitu pula pada kandungan antimikrobanya yang efektif melawan bakteri di area mulut. Menurut laman Verywell Health, penggunaan cuka apel pun dianggap efektif dalam menghilangkan plak hingga karang gigi yang sering menjadi penyebab perubahan warna pada gigi.
Meski demikian, sebagian besar dokter gigi mungkin tidak akan merekomendasikan cuka apel sebagai pemutih gigi alami, kenapa? Menurut penelitian, penggunaan cuka apel sebagai pemutih gigi dapat menimbulkan risiko lebih banyak daripada manfaatnya.
Merusak enamel
American Dental Association dalam studinya bertajuk “Foods and Beverages That Can Cause Tooth Erosion” menyebutkan, paparan cuka apel dalam jangka panjang bisa merusak enamel gigi.
Ini dikarenakan sifat asamnya yang terlalu tinggi berpotensi merusak serta mengikis lapisan terluar gigi. Sejumlah risikonya dapat menimbulkan beberapa keluhan sebagai berikut;
Sensitivitas gigi pada panas atau dingin Perubahan warna menjadi kekuningan
Kerusakan pada tambalan gigi
Peningkatan risiko gigi berlubang
Gigi copot