Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Poso, Satu Rumah Roboh, Tiga Rusak Ringan

0

INVENTIF Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/7/2025). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa awalnya tercatat berkekuatan magnitudo 6,0 namun diperbarui menjadi M5,7 setelah pemutakhiran. Gempa terjadi pada pukul 18.36 WIB dengan episenter di darat pada koordinat 2,01° Lintang Selatan dan 120,78° Bujur Timur, pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyebut gempa ini bersifat dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Poso dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Meski guncangannya terasa cukup kuat di sejumlah wilayah, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Akibat gempa tersebut, masyarakat di sekitar pusat gempa sempat panik. Sejumlah pasien dan keluarga mereka di RSUD Poso dan RS Sinar Kasih Tentena dievakuasi keluar gedung untuk menghindari risiko gempa susulan. Getaran dirasakan di setidaknya lima kecamatan terdampak, yakni Pamona Tenggara, Pamona Selatan, Pamona Barat, Pamona Puselemba, dan Pamona Timur. Warga memilih bertahan di luar rumah hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Dampak Kerusakan

Berdasarkan laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), satu rumah dilaporkan roboh dan tiga rumah mengalami kerusakan ringan. Rumah yang roboh berada di sekitar pusat gempa, sementara rumah rusak ringan berada di Desa Tokilo dan Tindoli (Kecamatan Pamona Tenggara), serta Desa Pendolo (Kecamatan Pamona Selatan). Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.

Pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi di beberapa wilayah turut menghambat proses pelaporan dan pendataan dampak. BMKG mencatat telah terjadi 11 gempa susulan hingga pukul 20.40 WIB, dengan magnitudo terbesar M5,5 dan terkecil M2,4.

Respons Cepat dan Imbauan

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso telah diterjunkan untuk melakukan asesmen awal dan verifikasi kerusakan, khususnya di wilayah sekitar Danau Poso yang berada dekat episentrum gempa. Upaya pengumpulan data dan penyaluran bantuan darurat tengah dilakukan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta untuk tidak memasuki bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktural sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.

Dalam kondisi darurat, penggunaan listrik dan alat komunikasi diimbau dilakukan secara bijak agar informasi penting dapat tersampaikan dengan baik.(BB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.