Ridwan Andreas dan Api Perjuangan Berkarya Tegaskan Dukung Prabowo Dua Periode
INVENTIF — Beberapa waktu lalu, di bawah cahaya lampu kristal Ballroom Hotel Episode, Gading Serpong, sejarah baru Partai Berkarya ditorehkan.
Diawali tiga hari yang dipenuhi diskusi, dinamika, dan harapan, akhirnya menetapkan sosok muda penuh semangat sebagai nahkoda baru partai. Dialah Mochammad Ridwan Andreas, seorang loyalis sejati Presiden Prabowo Subianto, kini memegang tampuk kepemimpinan partai yang ingin bangkit dan bersuara lebih lantang di panggung nasional.
Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya, yang berlangsung pada 14 hingga 16 Juli 2025 lalu, tidak sekadar ajang formalitas politik. Ia adalah perayaan konsensus. Dari 34 provinsi dan 390 suara sah, Ridwan Andreas dipilih secara aklamasi — tanpa riuh perdebatan, hanya kepercayaan yang bulat dan doa yang tulus.
Dipimpin Ketua Steering Committee yang sekarang juga Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Fauzan Rachmansyah, Munas kali ini juga menetapkan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Namun lebih dari sekadar pasal-pasal baru, semangat yang lahir adalah tekad untuk membangun dari dalam, dari hati.
“Terima kasih kepada para pendiri, kepada semua ketua umum dan pengurus dari masa ke masa,” ucap Ridwan dengan suara yang tenang namun tegas.
“Amanah ini bukan kebanggaan, tetapi beban yang harus saya pikul dengan kejujuran dan ketulusan,” imbuhnya.

Di mata para kader, Ridwan bukan sosok asing. Ia pernah berjalan di barisan depan Prabowo saat Pilpres 2019. Ia tumbuh dalam perjuangan, dalam barikade politik yang mengajarkan bahwa kekuasaan bukan untuk dirayakan, tapi untuk digunakan mengabdi.
“Saya tidak dibesarkan untuk menjatuhkan orang lain demi kedudukan. Saya dibentuk dalam proses demokrasi yang mengajarkan kebermanfaatan, kemudahan, dan kepedulian atas hajat orang banyak,” katanya, menggema dari podium.
Kini, di tangan Andreas, Partai Berkarya diharapkan tumbuh sebagai pohon yang akarnya menjejak bumi rakyat dan daunnya menjulang menyapa masa depan. Ia mengajak seluruh pengurus dan kader untuk satu hati, satu langkah menepati janji yang telah dirumuskan bersama dalam Munas.
“Partai Berkarya harus menjadi lokomotif perubahan menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya, menatap ke depan seakan melihat negeri yang sedang ia bangun dalam bayangan pikirannya.
Namun perubahan bukan sekadar gagasan, ia butuh keberanian. Maka, Ridwan menginstruksikan seluruh kader di penjuru negeri agar tetap teguh di jalur perjuangan. Ia menyerukan dukungan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto bukan karena fanatisme, tapi karena cita yang lebih besar: Indonesia yang kuat dan bermartabat.
“Jangan terpecah. Jangan goyah. Kita dukung penuh program Presiden dan kawal sampai ke akar rumput. Dan catat, sejak dini kami mendukung Presiden Prabowo dua periode sebagaimana dulu Presiden Jokowi mengembannya!” tandasnya saat ditemui dalam kiprah sosialnya disekitaran Kemang, Jakarta Selatan.
Kini rakyat menjadi saksi. Di sana, bukan hanya ketua umum baru yang lahir, tetapi juga semangat baru yang bergetar lembut di dada para kader: semangat untuk berkarya, berbakti, dan berjuang bagi tanah air tercinta. (BB)