Kabar dari Jantung Kemenag, PPG Angkatan II Ziarah Ilmu untuk Para Penjaga Akhlak Bangsa

0

INVENTIF – Boleh jadi ini adalah sebuah siaran dari lorong waktu yang senantiasa disinari harap dan pengabdian. Utamanya mereka PPG.

Di antara tumpukan berkas di ruang-ruang Kementerian Agama (Kemenag), seberkas cahaya menyusup masuk membawa kabar yang menggugah nurani: Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan II untuk para guru mata pelajaran Pendidikan Agama akan digelar pada awal September 2025.

Tak sekadar jadwal teknis atau pengumuman administratif, kabar ini menjelma menjadi seruan batin bagi mereka yang mengabdi dalam senyap: para guru agama yang saban hari menabur nilai-nilai kehidupan di ruang-ruang kelas, dari kota hingga pelosok negeri.

Kemenag lewat tangan lembut Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Amien Suyitno, yang kerap disapa Prof Yitno menyampaikan bahwa akselerasi PPG ini bukan sekadar program, melainkan bentuk keberpihakan nyata terhadap para pendidik ruhani.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, disebut memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan program ini, tak lain karena ia tahu: membangun bangsa dimulai dari menggenggam hati para guru.

“Pembelajarannya akan dimulai 1 September 2025,” ujar Prof Yitno, dalam irama yang bukan hanya mengabarkan tanggal, tetapi juga membuka tabir masa depan. Seperti benih yang dirawat dengan doa dan kesabaran, para guru ini akan dibekali bukan hanya kompetensi, tapi juga kesejahteraan melalui tunjangan profesi yang menyertai.

Sebelum lonceng pembelajaran dibunyikan, proses verifikasi dan validasi akan digelar mulai akhir Juli hingga Agustus sebuah tahap penyaringan yang teliti, sebab yang akan berangkat bukan sekadar guru, melainkan duta-duta moral di tengah dunia yang kerap gamang membedakan nilai dan kebisingan.

PPG Angkatan II ini akan menaungi para guru mapel agama dari pelbagai latar dan keyakinan: dari madrasah hingga sekolah umum, dari bimbingan Ditjen PAI hingga binaan Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Sebuah pelukan besar dalam keragaman spiritual Indonesia.

“Untuk Direktorat PAI sendiri, kita telah mengalokasikan 46.815 guru yang telah memenuhi syarat,” tegas Prof Yitno. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi nyawa-nyawa pengabdian yang telah lama menanti pemekaran kesempatan.

Tak lupa, surat resmi telah dikirimkan ke seluruh Kepala Kanwil Kemenag, Kepala Bidang, serta para pengawas dan guru, agar mereka bersiap. Sebab di hadapan mereka terbentang jalan menuju penguatan profesionalitas yang dirindukan.

Sementara itu, sidang kelulusan PPG Angkatan I telah rampung diselenggarakan pada 11–13 Juli 2025. Dan seperti seorang petani yang baru saja menuai, kini Kemenag bersiap menanam kembali untuk musim baru.

Dalam dunia yang terus bergemuruh oleh inovasi dan teknologi, para guru agama tetap menjadi pelita kecil yang menuntun arah hati. Dan lewat PPG ini, mereka bukan hanya mengajar, tapi diangkat derajatnya menjadi teladan, menjadi penjaga akhlak bangsa.

Di awal September, lonceng itu akan berbunyi. Dan bersamanya, akan ada ribuan jiwa yang kembali duduk di bangku belajar, bukan untuk menjadi murid, tapi untuk menjadi guru yang lebih utuh.

Karena pendidikan agama bukan sekadar mata pelajaran—ia adalah cahaya yang menjaga bangsa tetap waras dalam badai zaman. (NCM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.