Tim Olimpiade Biologi Indonesia Borong 4 Medali di IBO 2026 Lithuania, Sabet 1 Emas
INVENTIF –
Tim Olimpiade Biologi Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang International Biology Olympiad (IBO) 2026 yang berlangsung di Vilnius, Lithuania, pada 12–19 Juli 2026. Indonesia sukses membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu dalam kompetisi biologi paling bergengsi untuk siswa sekolah menengah dunia tersebut.
Medali emas diraih Jonathan Ezekiel dari SMAK BPK PENABUR Gading Serpong. Sementara dua medali perak dipersembahkan Derickson Lie dari SMAS Mondial Batam dan Talita Alya Nabilah dari MAN 2 Malang. Adapun medali perunggu diraih Sabrina Yeira Arisandra dari SMAN 3 Malang.
IBO merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pelajar terbaik dari berbagai negara untuk menguji kemampuan di bidang biologi. Kompetisi ini tidak hanya menguji penguasaan teori, tetapi juga kemampuan berpikir ilmiah, pemecahan masalah, dan keterampilan praktikum laboratorium dengan tingkat kesulitan tinggi.
Pada IBO 2026, para peserta menghadapi empat ujian praktikum yang meliputi Biologi Molekuler dan Biokimia, Anatomi dan Sistematika Hewan, Fisiologi Hewan, serta Biologi Komputasi Tumbuhan. Masing-masing sesi berlangsung selama 90 menit. Selain itu, peserta juga mengikuti dua ujian teori berdurasi tiga jam yang menguji pemahaman menyeluruh terhadap berbagai cabang ilmu biologi.
Tahun ini, IBO diikuti 302 siswa dari 80 negara. Setiap negara mengirimkan maksimal empat peserta hasil seleksi nasional. Kompetisi juga melibatkan 260 juri internasional yang bertugas memverifikasi soal, melakukan moderasi penilaian, serta memastikan seluruh proses berlangsung objektif sesuai standar internasional.
Kontingen Indonesia didampingi tim pembina dan juri yang terdiri atas Agus Dana Permana dan Ahmad Faizal dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ida Bagus Made Artadana dari Universitas Surabaya (Ubaya), serta Alfred Patisenah dari Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI).
Keberhasilan ini merupakan buah dari proses seleksi nasional yang ketat serta pembinaan intensif yang melibatkan dosen, tutor, dan alumni olimpiade. Program pembinaan tersebut dirancang untuk mempersiapkan para siswa menghadapi kompetisi sains tingkat internasional.
Tim Olimpiade Biologi Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atas dukungan sejak proses seleksi, pembinaan, hingga keikutsertaan Indonesia di IBO 2026. Dukungan serupa juga diberikan oleh SITH ITB, para sponsor, mitra, alumni, sekolah, guru, serta orang tua yang turut berperan dalam keberhasilan para peserta.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan minat di bidang sains dan mendorong lahirnya ilmuwan-ilmuwan muda yang mampu bersaing di tingkat global. Tim Olimpiade Biologi Indonesia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar prestasi Indonesia di ajang internasional semakin gemilang.