PBNU :  Berdakwahlah Seperti Manusia, Bukan Seperti Mikrofon Rusak

0

 

INVENTIF  — Di tengah maraknya ustaz yang lebih gemar “mendidik” dengan volume ketimbang hikmah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampaknya merasa perlu menekan tombol mute pada sebagian pendakwah yang lupa fungsi dasar akhlak.

Sasaran teguran kali ini: pendakwah Elham Yahya Luqman, yang menurut PBNU telah melampaui batas kesantunan dan menginjak martabat manusia—terutama anak-anak—dalam cara berdakwahnya.

“Dakwah seharusnya jadi cahaya, bukan lampu sorot yang menyilaukan sampai umat menutup mata,” sindir Ketua PBNU Alissa Wahid, dengan bahasa halus tapi menyentil.

PBNU menegaskan, dakwah bukan ajang stand-up comedy yang isinya menertawakan penderitaan orang lain, apalagi dilakukan atas nama agama. Prinsip rahmatan lil ‘alamin bukan slogan kosong di spanduk, tapi cermin akhlak yang mestinya tidak retak di hadapan kamera YouTube.

“Menodai nilai-nilai dakwah dengan perilaku yang merendahkan manusia itu sama saja menyalakan toa di masjid tapi lupa salatnya,” imbuh Alissa dengan nada yang tak sepenuhnya bisa disembunyikan kegetirannya.

Lebih jauh, PBNU menegaskan kembali bahwa para pendakwah sejatinya adalah guru. “Digugu dan ditiru,” kata Alissa. Namun dalam praktiknya, banyak yang hanya ingin digugu (didengarkan) tapi tidak siap ditiru (dicontoh).

Sebagai langkah konkret, PBNU membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA). Bukan sekadar akronim gagah, tim ini akan bekerja mengawasi agar pesantren tetap menjadi taman pendidikan, bukan arena gladi kekuasaan berkedok agama.

“Tidak ada ruang bagi kekerasan, pelecehan, dan penyalahgunaan otoritas dalam dakwah Islam,” tegas PBNU. “Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia.”

Sebuah pesan yang sederhana, tapi barangkali terlalu rumit untuk mereka yang mengira mikrofon adalah kunci surga. Kadang, yang perlu disucikan bukan hanya lisan, tapi juga ego yang terselip di antara ayat dan sorban. (NMC)

Leave A Reply

Your email address will not be published.