INVENTIF – Seiring dengan mencuatnya kondisi jalan-jalan rusak di daerah, pemerintah didorong memperbanyak laboratorium uji mutu infrastruktur serta memperkuat pemeliharaan dan pengawasan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya terhadap jalanan.
“Pembangunan infrastruktur sudah berjalan baik. Yang perlu ditingkatkan itu adalah pemeliharaan dan pengawasannya, ini menurut saya penting dioptimalkan,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar melalui keterangan persnya, Senin (8/5/2023).
Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Gus Muhaimin ini mengingatkan pemanfaatan penyediaan infrastruktur tidak akan berjalan dengan baik tanpa pemeliharaan dan pengawasan yang optimal.
“Pembangunan tentu saja harus berjalan beriringan dengan pemeliharaan dan pengawasan,” pesannya.
Mengenai upaya memperbanyak laboratorium uji mutu infrastruktur, pemerintah disebutnya dapat mengoptimalkan dengan menggandeng sejumlah universitas atau arsitektur terkait.
“Kita ini masih minim punya laboratorium uji mutu infrastruktur, padahal SDM kita banyak yang lulusan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur misalnya,” ucapnya menekankan laboratorium uji mutu infrastruktur adalah ujung tombak mutu sekaligus pengawasan pengerjaan infrastruktur di Indonesia.
Laboratorium uji mutu kata Muhaimin juga merupakan hal vital guna memastikan kualitas pembangunan infrastruktur yang layak dan bertahan lama sesuai karakter geografis. Ia meyakini bila setiap pembangunan infrastruktur melakukan uji mutu terlebih dahulu akan membuat kualitasnya lebih terjamin dan tidak cepat rusak.
Berita mengenai jalan rusak, salah satunya di Lampung selama beberapa hari ini trerus menghiasi pemberitaan di media massa dan viral di media sosial. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Instagramnya menyatakan perbaikan 15 ruas jalan rusak di Lampung diambil alih pemerintah pusat dengan kucuran anggaran sebesar Rp 800 miliar. Perbaikan akan dimulai pada Juni 2023.
Aksi protes ke Pemerintah Kota Surabaya mengenai jalan rusak juga dilakukan seorang pria bernama Kusnan Hadi. Sambil duduk di ruas jalan yang rusak di kawasan Wiyung pada Senin (8/5/2023) siang, Kusnan menunjukkan papan bertuliskan ‘RUSAK’ yang dibawanya.