INVENTIF: Seekor paus balin berukuran 12 meter terdampar dan mati di perairan Surabaya, Jawa Timur. Tim ahli pun menggelar penyelidikan.
Dosen Divisi Patologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Drh. Bilqisthi Ari Putra mengatakan pihaknya sudah terjun ke lokasi untuk melakukan observasi tahap awal.
“Untuk penyebab masih dalam observasi. Besok akan dilakukan evaluasi pada bangkai untuk kedua kali,” kata dia, dalam keterangannya.
Laporan temuan paus terdampar itu mulanya datang dari warga di Kejawan Putih Tambak, Mulyorejo, Surabaya.
Ketua Paguyuban Nelayan KUB Udang Rebon Kenjeran Surabaya Hadi Siswanto mengatakan paus itu pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat, Minggu (14/5). “Kemarin sekitar jam 13.00 WIB siang itu ada nelayan kebetulan kerja di laut, terus menemukan sebuah kayu besar awalnya. Lalu didekati sama teman-teman ternyata itu paus,” kata dia
Paus itu ditemukan saat para nelayan hendak melaut di pesisir pantai Kenjeran, di wilayah rawa yang sekililingnya ditumbuhi tanaman mangrove. “Ya kalau saya lihat itu ukurannya sekitar 12-13 meter. Besar itu,” ucapnya.
Usai menemukan paus itu, Hadi menyebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL).
Hingga saat ini, kata Hadi, petugas BPSPL sudah turun ke lokasi terdamparmya paus itu. Langkah evakuasi juga disiapkan.
“Ya posisinya masih di sana, cuma dari BPSPL itu sudah turun. Sudah ke lokasi melihat sendiri pausnya,” ucap dia.
Paus balin, juga disebut paus besar, paus ini memiliki tulang penyaring untuk menyaring makanan dari air. Balin membedakan mereka dari subordo cetacean lainnya, paus bergigi atau Odontoceti. Spesies Mysticeti hidup memiliki gigi pada saat fase embrional.