Pengajian HIMNI 86-91: Ghibah Dekat dengan Fitnah
INVENTIF: Untuk keenam kalinya, HIMNI 86-91 menggelar kajian yang menghadirkan Ustad Nurjaya yang dihadiri 20 anggota HIMNI 86.91.
Dalam kajian yang dilangsungkan di Pondok Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang itu, salah satu tema yang disampaikan Ustad Nurjaya adalah bahaya ghibah.
“Ghibah sering kali dilakukan tanpa sadar oleh semua orang. Jika yang sedang membicarakan seseorang sesuai dengan fakta, maka itu adalah ghibah. Bahayanya, jika sedang membicarakan seseorang tapi tidak sesuai fakta, maka itu akan melahirkan fitnah,” ujar Ustad Nurjaya.

Ghibah dan fitnah sering kali dilakukan ketika manusia satu berkumpul dengan manusia lainnya dan kurang bisa menjaga pembicaraan untuk sesuatu yang baik.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)
Di dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa ghibah adalah perbuatan yang dilarang. Ghibah sendiri berarti kita membicarakan dan menyebutkan kejelekan orang lain yang padahal seharusnya tidak perlu dibuka atau yang ia tidak sukai. Tentu tidak ada satu orang pun yang suka dighibahi oleh orang orang yang lain, karena seperti menusuk dari belakang.
Soal ghibah, dalam Al Quran Surat Al Hujurat ayat 12 Allah berfirman
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”
Melihat tegasnya firman Allah soal ghibah, masihkah kita akan terus berghibah?
Tentang HIMNI 86-91
HIMNI 86-91 merupakan Himpunan Alumni SMA Negeri 86 Jakarta Angkatan tahun 1991. Pengajian HIMNI 86-91 merupakan salah satu unit kegiatan dari berbagai kegiatan yang menjadi program kerja HIMNI 86-91