INVENTIF: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi di BUMN sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang nomor satu di BUMN pada Oktober 2019. Melalui program bersih-bersih BUMN, Erick ingin BUMN memiliki prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik.
Erick menyatakan, program bersih-bersih BUMN merupakan salah satu upaya untuk membuat tata kelola BUMN menjadi lebih baik dan profesional. “Tidak ada tempat bagi koruptor di BUMN,” ujar Erick.
Erick berjanji tak akan berhenti memberantas korupsi di perusahaan-perusahaan milik negara. Erick tidak akan membiarkan penyalahgunaan dana di lingkungan BUMN, terlebih hal ini bisa merugikan masyarakat. Kasus Jiwasraya, Asabri, Garuda, BUMN Karya, dan dana pensiun, adalah bukti keseriusan Erick dalam upaya memberantas korupsi.
“Tak berhenti di sini, saya akan terus memerangi korupsi agar BUMN semakin bersih dan bisa memberikan manfaat besar kepada masyarakat Indonesia,” tegas Erick.