Daun katuk terkenal bisa meningkatkan produksi ASI. Namun selain itu, ada segudang manfaat lain dari daun katuk untuk kesehatan. Setelah melahirkan, biasanya ibu hamil sering dianjurkan untuk konsumsi daun katuk. Sayuran yang memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus ini terkenal dapat melancarkan ASI.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat manfaat daun katuk untuk ibu menyusui. Manfaat daun katuk untuk ASI ini tentunya dapat berdampak baik bagi wanita pascamelahirkan.
Namun tak hanya itu, ada berbagai manfaat daun katuk yang baik untuk kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara rutin.
Kandungan Zat Gizi Daun Katuk Melimpah
Sama seperti tanaman berdaun hijau gelap lainnya, daun katuk juga punya segudang manfaat untuk tubuh. Mengutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram daun katuk mengandung sejumlah nutrisi, di antaranya:
Kalori: 59 kal
Protein: 6,4 gram
Lemak: 1,0 gram
Karbohidrat: 9,9 gram
Serat: 1,5 gram
Kalsium: 233 mg
Fosfor: 98 mg
Zat Besi: 3,5 mg
Natrium: 21 mg
Kalium: 478,8 mg
Selain daftar nutrisi di atas, kandungan gizi daun katuk juga didukung oleh vitamin A, vitamin B2, vitamin B3, serta vitamin C.
Daun katuk juga kaya akan antioksidan, seperti flavonoid dan alkaloid. Antioksidan ini berperan untuk menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.
Mengutip dari penelitian yang dipublikasikan oleh Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, manfaat daun katuk bagi kesehatan juga bisa mempercepat proses penyembuhan luka.
Ini berkat kandungan vitamin C yang dapat mendorong produksi kolagen dalam tubuh. Kolagen merupakan protein yang dapat membantu perbaikan sel-sel. Dengan mengonsumsi katuk secara rutin, ini dapat membantu menyembuhkan luka di kulit lebih cepat.