Miris Warga Meninggal Tawuran saat Puasa, Sahroni Ingatkan Bhineka Tunggal Ika
INVENTIF – Soroti masih terjadinya tawuran di bulan Ramadhan, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Sahroni mengingatkan pentingnya toleransi sesuai dengan nilai dan semangat Pancasila yang menjadi pondasi negara Indonesia.
Sahroni menyampaikan, Indonesia dengan demografinya memiliki keberagaman baik suku, budaya dan agama. Namun keberagaman itu seyogyanya menjadi satu keutuhan dan kekuatan Indonesia melalui bingkai Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang Burung Garuda.
“Bila kita memahamani Bhineka Tungga Ika secara benar, saya yakin perbedaan yang muncul di masyarakat akan terkikis sehingga tidak memunculkan perpecahan. Nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam sila-sila mengajarkan kita untuk hidup bermasyarakat yang baik, diantaranya menjadikan kita sebagai sosok beragama yang memperlakukan sesama dengan baik, beradab, serta bermusyawarah dalam berbagai perbedaan ditemui,” pesan Sahroni saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar bertema “Menanamkan Pilar Bhinneka Tunggal Ika dalam Menjaga Keanekaragaman Bangsa Indonesia” di Balai Iskandar Muda, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (29/03/2023).
“Dengan memaknai Pancasila, kita akan mampu menekan arogansi dan ego yang memandang rendah orang ataupun kelompok lain. Saya prihatin masih adanya tawuran di bulan Puasa, terlebih hingga memakan korban jiwa seperti terjadi saat sahur hari pertama ramadhan tahun ini. Padahal seharusnya di bulan puasa ini kita berlomba-lomba berbuat kebaikan bukan dengan unjuk gigi sebagai paling jago dengan tawuran,” kata Sahroni melanjutkan wejangannya kepada 150 masyarakat yanng hadir dalam kegiatan tersebut.
Kasiman, warga Sunter Agung, Jakarta Utara menyampaikan kondisi di masyarakat masih kerap ditemukan adanya ketersinggungan satu sama lain kibat persoalan sepele atau kesalahpahaman saja. Menurutnya, tidak jarang para pihak bertikai melanjutkan ke tingkat hukum dengan melaporkan pihak terduga tersebut karena merasa berada di pihak yang benar.
Menanggapi pernyataan tersebut Ahmad Sahroni mengemukakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga keutuhan bangsa. Salah satunya tertuang dalam PP No. 66 tahun 1951, yang diumumkan pada tanggal 17 Oktober 1951 dan diterbitkan dalam Lembaran Negara No. 11 tahun 1951 yang menjelaskan bahwa persatuan bangsa dan wilayah negara Indonesia tetap terjaga meskipun ada perbedaan-perbedaan yang ada.
Polri tukas Sahroni, selain memiliki fungsi penegakan hukum, juga berperan penting dalam menjaga ketertiban. Peran Babinkantibas sangat penting sebagai ujung tombak keberadaan Polri di masyarakat untuk mencegah terjadinya perselisihan ataupun gangguan keamanan dan ketertiban. Kendati demikian, Sahroni menekankan pengurus RT juga harus aktif mensosialisasikan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungannya. Demikian pula keluarga sangat vital perannya untuk menjaga anggota keluarganya untuk tidak terlibat dalam tawuran.
Lebih jauh Sahroni mengajak masyarakat untuk memahami dan memaknai Pancasila serta semboyan Bhineka Tunggal Ika untuk menimalisir terjadinya perselisihan satu sama lain yang berujung keributan dan masuk dalam proses hukum. Tak lupa Sahroni mewanti-wanti masyarakat untuk lebih arif dalam menerima informasi agar tak mudah termakan kabar menyesatkan atau hoaks yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketenangan di masyarakat .
Terkait tawuran saat bulan Puasa, Polda Metro Jaya mencatat awal Ramadhan terjadi delapan aksi tawuran di wilayah Jakarta dan Kota Tangerang dengan korban jiwa satu orang berinisial MJ (29). Korban tewas dalam tawuran di Pasar Gili, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, 23 Maret 2023 sekitar pukul 02.00 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan jajaran Polda Metro Jaya tak tinggal diam dalam mengantisipasi tawuran di bulan Ramadhan. Enam dari delapan peristiwa tawuran di hari pertama puasa dikalimnya berhasil dicegah oleh tim patroli.
“Dua kasus pelaporan dan enam karena pencegahan oleh Tim Patroli Perintis Presisi,” kata Trunoyudo kepada wartawan, Minggu (26/3/2023).