INVENTIF: Anak-anak yang berusia dibawah enam tahun biasanya belum diwajibkan untuk berpuasa. Meski begitu, melatih berpuasa pada anak-anak, tetaplah penting. Namun, selain itu, ada pula anak-anak yang sebaiknya tidak berpuasa.
Lantas, anak dengan kategori seperti apa yang tidak bisa puasa Ramadhan?
Pertama, anak yang kekurangan gizi. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengungkapkan bahwa anak yang mengalami malnutrisi butuh nutrisi yang banyak.
Sedangkan, saat puasa, pemberian nutrisi mungkin akan terhambat.
“Anak malnutrisi, dia memang butuh nutrisi yang banyak. Jadi enggak boleh dia diajak puasa. Wong dia sedang kekurangan nutrisi. Oleh karena itu dia harus dicukupi, dipenuhi nutrisinya sampai dia status gizinya bagus, normal lagi, baru nanti bisa diajarkan berpuasa,” ujar Piprim dalam media briefing IDAI.
Piprim menambahkan, yang kedua adalah anak dengan penyakit kronis yang berat. Seperti TBC, kanker, atau diabetes mellitus tipe 1.
“Nah, diabetes mellitus tipe 1 itu ada beberapa panduannya. Itu mesti dikonsultasikan dengan dokternya, seperti apa pola puasa dan pola penyuntikan insulinnya karena anak dengan diabetes tipe 1 ini kan memang gula darahnya naik turun. Ini ada treatment khusus untuk anak-anak yang sakit seperti ini,” kata Piprim.
Namun, bagi anak yang dinyatakan sehat, tentunya sah-sah saja untuk berpuasa.
“Secara umum, anak-anak yang sehat oke saja untuk berpuasa. Enggak ada masalah. Anak yang sakit kronis itu memang tidak dianjurkan untuk berpuasa,” pungkasnya.