Polri-TNI Siap Tangkal Terorisme saat KTT ASEAN Labuan Bajo

0

Inventif – Serangan terorisme menjadi salah satu fokus pengamanan dilakukan TNI-Polri dalam perhelatan KTT ASEAN ke-42 yang akan berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tanggal 9 hingga 11 Mei 2023.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meyakinkan pihaknya bersama TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) telah melakukan antisipasi terhadap aksi teror saat KTT ASEAN berlangsung. Salah satunya dengan menyiagakan satgas deteksi yang memonitor terkait dengan orang-orang yang kita curigai.

“Jadi (Satgas Deteksi_ kita sudah pasang di beberapa sudut mulai dari bandara sampai dengan akomodasi venue dan jalur-jalur yang dilewati. Sehingga terhadap target yang memang selama ini sudah kita ikuti akan terpantau dengan alat-alat yang kita miliki. Dan tentunya apabila kemudian termonitor, kita segera ambil langkah,” jelas Sigit melalui keterangan tertulis, Minggu (07/05/2023).

Selanjutnya, kata Sigit, apabila ada ancaman terkait barang ataupun benda, yang dianggap mencurigakan, petugas keamanan sudah menyiapkan tim K-9 dan Jibom.

“Sehingga bagaimana kita bisa persiapkan evakuasi terhadap hal-hal seperti itu namun juga jangan sampai kemudian menjadi isu yang mengganggu proses KTT ASEAN,” ucapnya yakin.

Hari ini TNI-Polri melaksanakan Apel Gelar Pasukan terkait pengamanan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan itu dipimpin langsung Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Usai apel gelar pasukan, Panglima TNI dan Kapolri melakukan pemeriksaan pasukan dan alutsista yang nantinya akan digunakan dalam pengamanan KTT ASEAN yang ke-42 ini. Selanjutnya, kedua pimpinan TNI-Polri ini melaksanakan Tactical Floor Game (TFG).

Menurut Sigit, pelaksanaan TFG menjadi hal penting guna setiap instansi yang mengamankan seperti TNI, Polri, BIN, BSSN dan instansi lain agar memiliki pemahaman yang sama.

“Semua ini harus memiliki pemahaman yang sama khususnya terkait dengan siapa harus berbuat apa. Kemudian apabila ada suatu peristiwa bagaimana kemudian itu diselesaikan terkait dengan jenjang-jenjang keputusan yang akan diambil, apakah bisa diputuskan langsung ataukah ini harus dilaporkan dan perintah datang dari atas,” ungkap Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini melanjutkan, dengan adanya kesamaan pemahaman tersebut, nantinya seluruh anggota yang melaksanakan tugas di sektor masing-masing mengerti dan paham dengan apa yang harus dilakukan saat menemukan berbagai macam persoalan, mulai dari situasi normal, kondisi kuning, merah maupun kontijensi.

Libatkan Masyarakat

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan antara TNI-Polri sudah mengetahui tugas dan tanggungjawab dalam pengamanan. Hal ini sangat penting agar penyelenggaraan KTT ASEAN berjalan aman dan sukses.

“Jadi tentunya kita sepakat bahwa dengan sinergisitas dan soliditas yang kita bangun, terus kita perkuat, menjadi kunci untuk bisa melaksanakan rangkaian kegiatan pengamanan ini dengan optimal. Itu kunci sukses dari bagaimana penyelenggaraan ini betul-betul bisa kita amankan dengan baik,” ujar Sigit.

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin ikut bersinergi bersama dengan TNI-Polri untuk mengamankan KTT ASEAN. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat juga bangga atas dipercayanya Indonesia menjadi keketuaan KTT ASEAN ke-42.

“Kita memilih tempat di Labuan Bajo ini harapannya bisa membawa ke depan kesejahteraan masyarakat di Labuan Bajo khususnya, dan membawa indonesia di kancah internasional. Tentunya tokoh agama, masyarakat adat, pemuda kita akan libatkan untuk melaksanakan pengamanan bersama TNI-Polri,” tutup Yudo di kesempatan yang sama.

Leave A Reply

Your email address will not be published.