Aksi Solidaritas Muslim Dukung Palestina Digelar di Berbagai Negara

0

INVENTIF: Komunitas Muslim di seluruh dunia, termasuk di Majid Al Aqsa, berkumpul di masjid untuk melakukan shalat Jumat pertama sejak perang antara Hamas-Israel meletus. Beberapa negara memberikan perhatian pada khutbah Jumat menyoroti konflik tersebut.

Polisi Israel hanya mengizinkan pria lanjut usia, perempuan, dan anak-anak untuk beribadah di kompleks Masjid Al Aqsa. Tindakan ini dilakukan dalam upaya untuk mencegah potensi kekerasan karena puluhan ribu orang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat.

“Kami tidak bisa hidup, kami tidak bisa bernapas, mereka membunuh segala sesuatu yang baik dalam diri kami,” kata Ahmad Barbour, seorang petugas kebersihan berusia 57 tahun yang mengenakan pakaian thobe putih bersih, marah setelah polisi menghalanginya masuk untuk salat.

Sedangkan di ibu kota Irak, Baghdad, puluhan ribu orang berkumpul di Lapangan Tahrir untuk melakukan protes yang diserukan oleh ulama Syiah berpengaruh dan pemimpin politik Muqtada al-Sadr.

“Semoga demonstrasi ini… menakuti kejahatan besar, Amerika, yang mendukung terorisme Zionis terhadap orang-orang yang kita cintai di Palestina,” kata al-Sadr dalam pernyataan daring.

Di seluruh Iran, yang merupakan pendukung Hamas dan musuh bebuyutan regional Israel, para demonstran melakukan protes. Di Teheran, mereka membakar bendera Israel dan Amerika sambil meneriakkan: “Matilah Israel”, “Matilah Amerika”, “Israel akan hancur”, dan “Palestina akan menjadi penakluk.”

“Rakyat Palestina sudah muak, sekarang ide Anda adalah menghancurkan Gaza, rumah-rumah rakyat,” kata Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam pidatonya di provinsi Fars di selatan negara itu.

“Orang-orang di dunia dan Palestina akan menimbulkan masalah bagi Anda,” ujarnya.

Sedangkan di ibu kota Pakistan, Islamabad, seorang ulama di Masjid Merah memohon kepada Allah untuk mengirimkan bantuan khusus kepada warga Palestina. “Ya Allah hancurkan Israel! Pisahkanlah menjadi beberapa bagian,” kata Abdul Aziz dalam khutbah yang penuh emosi di sebuah masjid yang penuh sesak, tempat sekitar 900 jamaah berkumpul untuk shalat Jumat.

Dalam doa dan khutbah khusus, Aziz memohon agar Allah membantu semua orang yang ingin mengikuti jihad atau perang melawan Israel di wilayah Palestina. “Ya Allah mudahkan mereka untuk sampai ke sana, dan berkahi kami dengan wafatnya seorang syahid,” ujar Abdul Aziz dengan suara bergema melalui pengeras suara masjid.

Leave A Reply

Your email address will not be published.