Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan

0

INVENTIF: Mangga cukup berair dan mengandung beragam vitamin serta mineral. Mengutip Healthline, mangga dengan nama latin Mangifera indica, merupakan buah tropis asli India dan Asia Tenggara. Masyarakat di dunia telah membudidayakannya selaam lebih dari 4.000 tahun.

Terdapat ratusan jenis mangga yang masing-masing memiliki ciri khas rasa, bentuk, ukuran, dan warna. Secara umum, buah mangga adalah buah menyegarkan dan bernutrisi yang baik untuk kesehatan. Artikel ini akan menunjukkan fakta nutrisi dan manfaatnya untuk kesehatan Anda.

Meningkatkan fungsi sel tubuh

Kandungan vitamin C buah mangga membantu meningkatkan kesehatan sel dalam tubuh Anda. Vitamin C sangat penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh, jaringan ikat yang kuat, dan dinding pembuluh darah yang sehat. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyembuhan luka yang lama dan nyeri sendi. Dalam kasus yang ekstrem, defisit vitamin C memicu penyakit kudis, yang dapat berakibat fatal, jika dibiarkan lama tanpa diobati.

Mencegah kerusakan sel tubuh

Mangga sebagai sumber polifenol memiliki banyak manfaat kesehatan, karena bertindak sebagai antioksidan dan memodulasi sel, melindunginya dari kerusakan yang dapat menyebabkan kanker. Mangga juga mengandung quercetin, mangiferin, dan norathyriol yang merupakan senyawa antioksidan. Antioksidan dapat membantu melindungi atau menunda kerusakan sel-sel tubuh Anda dari akibat radikal bebas. Senyawa tersebut diyakini para ahli dapat menjadi penyebab kanker, aterosklerosis, dan penyakit lainnya.

Menjaga keseimbangan cairan tubuh

Kalium dalam mangga dapat membantu mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan tubuh Anda, khususnya volume plasma. Orang dewasa disarankan mengonsumsi setidaknya 2.600 miligram kalium (untuk wanita) hingga 3.400 miligram potasium (untuk pria) setiap harinya. Satu porsi mangga ukuran sedang menyediakan 277 miligram kalium.

Memberikan antiinflamasi

Sebuah tinjauan penelitian yang menyelidiki manfaat kesehatan dari mangga menetapkan bahwa buah ini memberikan sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker. Makanan antiinflamasi dapat membantu melawan penyakit inflamasi, seperti penyakit radang usus, terutama kolitis ulserativa, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker usus besar dan dubur.

Leave A Reply

Your email address will not be published.