INVENTIF: Pabrikan ponsel asal China Vivo bicara soal peluang membawa lini produk foldable phone atau Hp lipat mereka ke Indonesia. Bakal bersaing dengan Samsung dan Oppo? Vivo masih belum membawa foldables phone atau ponsel lipatnya ke Tanah Air. Namun, PR Manager Vivo Indonesia Alexa Tiara menyebut tidak menutup kemungkinan model ini akan hadir pada 2024.
“Untuk niat membawa foldables ke Indonesia tentunya selalu ada. Dan tim lokal Indonesia juga selalu melakukan market research untuk melihat apakah demand-nya saat ini sangat tinggi atau tidak,” kata Alexa.
“Tapi kembali lagi landasan kita adalah kebutuhan konsumen kami, apakah sudah membutuhkan. Tapi tidak menutup kemungkinan pada 2024 kita akan menghadirkan foldables,” tambahnya.
Pada 2023, Vivo mempunyai dua mempunyai dua ponsel lipat, yakni Vivo X Fold2 dan Vivo X Flip, yang merupakan ponsel clamshell pertama mereka. Sayangnya, kedua produk ini belum dipasarkan di Indonesia. Hingga saat ini hanya Samsung dan Oppo yang memasarkan ponsel lipatnya di Indonesia.
Oppo baru memulai kiprahnya di ponsel lipat Tanah Air lewat Oppo Find N2 Flip pada Mei. Tak sampai setahun, mereka meluncurkan Oppo Find N3 Flip disertai dengan Oppo Find N3.
Pasar ponsel lipat sendiri diperkirakan akan terus tumbuh. Menurut riset Counterpoint, pasar ponsel lipat akan terus tumbuh, bahkan pada 2027, angka pengapalannya diperkirakan mencapai 100 juta unit.
Pasar ponsel lipat global pada kuartal pertama 2023 meningkat 64 persen Year on Year (YoY) dengan total 2,5 juta unit.
Pertumbuhan pasar ponsel lipat global tersebut sebagian besar didorong oleh pertumbuhan pasar ponsel lipat China. Meski pasar ponsel pintar China turun sekitar 8 persen YoY pada Q1 2023, pasar ponsel lipat domestik terus tumbuh, melonjak 117 persen YoY menjadi 1,08 juta unit.