BWA Sumbangkan Al-Qur’an untuk Rapat Kerja PJMI

0

INVENTIF — Kabar  baik,  Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) akan menghadiahkan mushaf suci kepada para jurnalis muslim yang berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Jumat, 25 Juli 2025 mendatang.

Tak sekadar bingkisan simbolik, namun bentuk cinta yang nyata bagi kalam Ilahi yang senantiasa memandu insan dalam gelapnya zaman.

KH Ichsam Salam, sosok bersahaja yang memimpin BWA, menyampaikan langsung niat mulia itu kepada panitia pelaksana.

“Insya Allah, BWA akan menyumbang Al-Qur’an sebanyak jumlah peserta yang hadir,” ucapnya penuh keikhlasan, seperti angin sepoi yang membawa sejuk harapan.

Rakernas dan diskusi bertema “Peran Jurnalis Muslim di Era Disrupsi Digital dan Artificial Intelligent (AI)” itu bukan hanya akan menjadi ruang dialog intelektual, tapi juga tempat dimana huruf-huruf suci akan kembali dibaca, direnungkan, dan diamalkan para penulis zaman.

BWA, yang sejak lama diamanahi para wakif untuk menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke seluruh penjuru negeri, terus mengayunkan langkahnya. Di wilayah terpencil, di batas negeri yang sunyi, hingga kota-kota besar yang riuh, mereka hadir dengan mushaf di tangan dan harapan di dada.

“Terbaru, kami bersama Lembaga Tilawatil Quran menyumbang seribu Al-Qur’an kepada para guru ngaji dan TPA se-Jabodetabek di Masjid At-Tin. Ini adalah bagian kecil dari ikhtiar besar,” ujar Ichsam. “Data dari Kemenag menyebutkan bahwa 65 persen umat Islam di negeri ini masih buta huruf Al-Qur’an. Kebutuhannya luar biasa, mencapai enam juta eksemplar per tahun. Maka kami ingin ikut mengisi celah yang menganga itu.”

Bukan hanya soal angka, tetapi tentang jiwa yang haus bimbingan. Dan para jurnalis, di tengah derasnya informasi dan kompleksitas zaman digital, tak terkecuali. Mereka pun butuh cahaya yang tak pernah redup: wahyu.

Ismail Lutan, Ketua Umum PJMI, menyambut haru kabar tersebut. “Kami sangat berterima kasih. Sejak lama, BWA dan PJMI sudah berjalan beriringan, baik dalam berita maupun gerakan nyata. Program mereka senyap tapi dalam air bersih, mushaf suci, semua sampai kepada yang membutuhkan tanpa banyak bicara.”

Ia melanjutkan, “Kerja sama ini adalah langkah panjang, dan kami terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun demi kemajuan umat. Kami juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai kampus, seperti Universitas Islam As-Syafi’iyah dan Universitas Paramadina, untuk program beasiswa.”

Sementara itu, di balik layar, kerja-kerja sunyi panitia Rakernas terus berpacu dengan waktu. Aliyudin Sofyan, sang ketua panitia, memastikan kesiapan segala hal hingga detik terakhir.

“Insya Allah, semua sesuai rencana,” ujarnya saat memimpin rapat finalisasi di Kampus UIA, Senin malam.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut para tokoh Dewan Pengawas PJMI seperti DR. Misbah Fikrianto dan DR. Sabar Lesmana, menambah semangat dan keteguhan dalam langkah.

Dan jika tak ada aral, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, akan membuka acara yang diharapkan menjadi tonggak baru perjalanan PJMI. Di sana, para jurnalis muslim akan menulis tak hanya dengan pena, tapi dengan cahaya dari ayat-ayat yang kembali mereka pelajari.

Sebab dalam zaman yang dipenuhi suara, barangkali yang paling dibutuhkan adalah diam untuk mendengar, bukan suara manusia, tapi wahyu dari langit. Dan di aula Alap-alap nanti, lembar demi lembar mushaf akan menjadi saksi: bahwa dalam dunia yang riuh, masih ada yang memilih kembali pada yang abadi.(BB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.