Becak Listrik Muktamar NU, Ketika Tradisi Mengayuh Bertemu Energi Masa Depan di Jombang

0

INVENTIF— Di jalan-jalan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, suara becak kini tak lagi hanya berasal dari kayuhan kaki yang beradu dengan aspal.

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, hadir wajah baru transportasi rakyat: 200 becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto yang mulai beroperasi untuk melayani ribuan peserta, tamu, dan peziarah.

Kehadiran becak listrik bukan sekadar menambah armada transportasi. Ia menjadi simbol pertemuan antara tradisi dan teknologi—kendaraan yang selama puluhan tahun menjadi denyut kehidupan kota-kota kecil di Jawa, kini bergerak lebih ringan dengan tenaga listrik yang ramah lingkungan.

Becak-becak tersebut diserahkan kepada para pengemudi becak di Kabupaten Jombang sebagai bagian dari dukungan mobilitas selama Muktamar NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Dengan ribuan muktamirin diperkirakan memadati kawasan Tambakberas dan Tebuireng, kebutuhan transportasi yang efisien menjadi perhatian penting panitia.

Menurut Ahmad, mekanik PT Pindad yang menangani perakitan dan pengujian becak listrik, kendaraan ini memiliki jarak tempuh hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kecepatan normalnya berkisar 5–14 kilometer per jam, dengan kecepatan maksimum mencapai 15 kilometer per jam.

“Kecepatan 15 kilometer per jam sudah cukup ideal dan aman untuk operasional becak,” ujar Ahmad.

Teknologi pedal assist menjadi keunggulan utama. Saat daya baterai mulai menurun, sistem ini tetap membantu pengemudi mengayuh sehingga tenaga yang dikeluarkan jauh lebih ringan. Namun jika baterai habis, becak masih bisa digunakan secara manual seperti becak konvensional, meski membutuhkan tenaga lebih besar.

Ahmad mengingatkan agar baterai tidak dibiarkan kosong total. Pengisian daya sebaiknya dilakukan ketika kapasitas baterai tinggal sekitar 20 persen agar usia baterai lebih panjang dan performanya tetap terjaga.

Dari sisi daya angkut, becak listrik mampu membawa beban hingga 150 kilogram, baik penumpang maupun barang. Pengemudi juga diminta berhati-hati saat melintasi jalan yang tergenang air agar komponen kelistrikan tidak mengalami kerusakan.

Ikhtiar NU Menuju Muktamar yang Lebih Ramah Lingkungan
Penggunaan becak listrik menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan Muktamar NU yang lebih tertib dan berwawasan lingkungan. Selain membantu para pengemudi mengurangi beban fisik, kendaraan ini juga mengurangi kebisingan dan emisi di kawasan pesantren yang selama muktamar akan dipadati aktivitas ibadah, sidang, dan ziarah.

Di Jombang, becak bukan hanya alat transportasi. Ia adalah bagian dari budaya masyarakat. Kini, dengan sentuhan teknologi, becak tetap mempertahankan ruhnya sebagai kendaraan rakyat, namun melaju membawa semangat baru: melayani tamu-tamu Nahdlatul Ulama dengan cara yang lebih bersih, lebih ringan, dan lebih bersahabat dengan lingkungan. (NM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.