Kemenkop UKM Komit Dukung Pelaksanaan IFFINA 2024

0

INVENTIF – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan IFFINA 2004, ASMINDO menggelar acara “Furniture Industry Gathering”, yang didukung oleh Kementerian Koperasi & UKM. Acara ini ingin menyajikan IFFINA 2024 sebagai platform penting bagi para pelaku di industri mebel, kerajinan, dan desain. Melalui ajang pameran berskala internasional IFFINA Indonesia Meubel & Design Expo 2024, diharapkan mampu meningkatkan industri mebel & kerajinan Indonesia ke level yang lebih luas.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dalam sambutannya Menyatakan Kemenkop UKM terus mendorong upaya peningkatan kualitas dan jangkauan industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Mengingat, industri furnitur telah menjadi pilar penting dalam ekonomi di tanah air yang menyerap lebih dari 143 ribu tenaga kerja dan lebih dari 1.114 unit usaha yang beroperasi.

“Industri kerajinan dan UMKM dalam negeri telah menjadi penopang bagi bertahannya perekonomian Indonesia, bahkan di saat sulit seperti masa pandemi hingga era pemulihan saat ini,” kata Teten Masduki dalam Furniture Gathering Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) di Jakarta, Rabu (22/5).

Selama lima tahun terakhir (2018-2022), industri furnitur Indonesia menunjukkan peningkatan ekspor yang cukup konsisten, dengan nilai ekspor tahun 2022 mencapai 2,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS), naik dari 2,8 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Menurut Teten, kenaikan ini menunjukan momentum yang positif menuju target Pemerintah sebesar 5 miliar dolar AS pada 2024.

“Mestinya teman-teman Asmindo semangat karena tren ini cukup baik. Walaupun tahun ini ekonomi domestik dan dunia penuh tantangan tetapi harus dilewati. UMKM kerajinan yang menjadi pendukung bagi industri mebel juga dapat memberikan sumbangsih yang cukup signifikan dalam kurun waktu setelah pandemi berlalu,” ujarnya.

Ketua Umum ASMINDO, Dedy Rochimat menyampaikan, bahwa hadirnya IFFINA sebagai pioneer penyelenggaraan pameran mebel dan kerajinan di circle kedua, diharapkan mampu menjadi pendorong bagi negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk mengikuti langkah ASMINDO dengan menyelenggarakan pameran internasional serupa, sehingga dapat meningkatkan tumbuhnya ekosistem yang kondusif pada circle kedua di kawasan Asia Tenggara.

“Hal ini dilakukan oleh ASMINDO bukanlah tanpa alasan, namun sebagai upaya untuk memfasilitasi kebutuhan pasar mebel dan kerajinan dunia yang belum tercukupi serta diharapkan mampu menghadirkan peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku industri mebel dan kerajinan,” ungkapnya.

Diterangkan Dedy Rochimat, pada skala global dengan proyeksi permintaan yang mencapai 766 miliar dolar AS pada 2024 (berdasarkan Statista 2024). Indonesia, setidaknya bisa menggarap 1 persen pangsa pasar produksi industri furnitur atau mebel sebesar 7 miliar dolar AS. Untuk itu, dengan penyelenggaraan IFFINA 2024, diharapkan mampu menjadi pendorong bagi negara-negara anggota ASEAN lainnya.

“Untuk mencapai target tersebut, langkah Asmindo adalah dengan menggelar IFFINA mendorong pangsa pasar domestik dan mancanengara, sehingga dapat meningkatkan tumbuhnya ekosistem yang kondusif pada circle kedua di kawasan Asia Tenggara” ujarnya.

Tak hanya itu, penyelenggaraan IFFINA 2024 kata Dedy, diharapkan bisa mencapai target kenaikan 50 persen dari tahun lalu. “Diharapkan mencapai 15 ribu pengunjung, dengan melibatkan 400 perusahaan dan lebih dari 41 negara. Tahun lalu IFFINA mencapai transaksi hingga 200 juta dolar AS, tahun ini semoga bisa mencapai transaksi 500 juta dolar AS,” kata Dedy.

Seiring dengan terus meningkatnya industri pariwisata dan perhotelan pascapandemi COVID-19, turut mendorong industri furnitur atau mebel di Indonesia. Hadirnya program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga membawa angin segar bagi para pelaku industri mebel dan kerajinan dalam negeri.

“Langkah konkret yang telah dilakukan oleh Asmindo, kami telah melakukan MoU dengan PT Bina Karya untuk mendukung pembangunan IKN dengan produk furnitur dan kerajinan anggota Asmindo yang mayoritas adalah UKM. Hal ini diharapkan mampu memperkuat UKM kita dan memajukan industri,” tandasnya.

Sesbagai informasi, ASMINDO kembali akan menyelenggarakan IFFINA 2024 yang mengusung tema “Sustainable by Design”, pada tanggal 14-17 September mendatang, di ICE BSD Tangerang. IFFINA 2024 akan digelar dengan lebih menarik dibanding tahun sebelumnya, yakni dengan membawa lebih luas jaringan potensial market pada skala global untuk lebih mengenal produk unggulan dalam industri mebel, kerajinan dan desain Indonesia.

Adapun target pengunjung yang disasar pada pelaksanaan IFFINA tahun ini diharapkan dapat mencapai 15.000 pengunjung baik lokal maupun dari mancanegara, dan hal ini didukung penuh oleh pemerintah melalui Kementerian Koperasi & UKM, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Perindustrian, dan tentunya ASMINDO sendiri aktif melakukan promosi event ke luar negeri.

Sedangkan peningkatan jumlah transaksi diharapkan mengalami kenaikan sebesar 30% dari tahun 2023. ASMINDO optimis hal ini dapat terwujud, walaupun kondisi geopolitik global di Timur Tengah sedang memanas dan berpotensi membawa pengaruh pada kondisi perekonomian global.

“Di lain sisi, kebutuhan belanja mebel dan kerajinan dalam negeri juga mengalami peningkatan, seiring dengan pulihnya kondisi perekonomian dalam negeri pasca Covid-19, industri pariwisata khususnya perhotelan kembali berbenah untuk mengoptimalkan potensi pariwisata dalam negeri,” imbuh Dedy.

Kementerian Koperasi & UKM berkomitmen sejak awal untuk mendukung pelaksanaan IFFINA kembali, hal ini bertujuan untuk mendukung pengembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia berkelas dunia, dengan menciptakan ekosistem industri mebel dan kerajinan yang yang sesuai dengan potensi nasional dan kebutuhan ekspor.

Bekerjasama dengan Mahala Imaji Kreasi, selaku organizer pameran, ASMINDO optimis bahwa penyelenggaraan IFFINA 2024 akan memenuhi lahan seluas + 35.000 meter persegi bertempat di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD, Tangerang. IFFINA 2024 diharapkan akan menjadi showcase bagi para peserta pameran yang melingkupi industri terkait, yaitu furniture, craft, project design, homeware, home fabric, serta decorative & gift.

Leave A Reply

Your email address will not be published.