Jelang Mudik, Waspada! Kekentalan dan Warna Oli Palsu Serupai Aslinya

0

INVENTIF: Pemudik yang mengendarai mobil pribadi maupun motor diimbau membeli oli mesin dari bengkel terpercaya dan resmi. Hal tersebut guna mewaspadai penggunaan oli palsu yang saat ini memiliki tekstur kekentalan dan warna menyerupai aslinya.

Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rifqi B Prasetyo mengimbau kepada pemudik untuk selalu menggunakan oli asli karena memiliki kualitas baik dalam melindungi mesin kendaraan hingga berdampak tingkat keselamatan pemudik. Diakui Rifqi, saat ini para pemalsu terus mengembangkan kemampuan untuk menduplikasi isi maupun kemasan sehingga tampak asli oleh masyarakat. Bahkan tingkat kekentalan dan warna disebut Rifqi telah menyerupai dengan oli asli.

“Oli palsu umumnya produk oli dalam kemasan botol/lithos yang memang saat ini dengan semakin canggihnya para pemalsu membuat tampilan ciri merk, kemasan dan label cukup identik dengan aslinya. Isi oli juga umumnya memiliki tingkat kekentalan dan warna yang mirip dengan oli asli,” kata Rifqi kepada Inventif, Minggu (18/03/2024) malam.

Menurut Rifqi, bahkan pengecekan keaslian oli tersebut harus dilakukan di laboratorium. Hal itu lantaran tingginya tingkat kemiripan oli palsu dengan aslinya.

“Misalnya di Pertamina yang memiliki Oil Clinic Lab. Untuk menjamin keaslian oli yang digunakan, belilah oli pada bengkel langganan terpercaya/kendaraan atau outlet resmi Pertamina dalam hal ini SPBU, Fastron Auto Service maupun Enduro Express,” pesan Rifqi kepada masyaraat pengguna oli produksi Pertamina Lubricants.

Lebih jauh RIfqi menuturkan, secara jangka pendek, penggunaan oli palsu dapat menurunkan performa mesin karena efek pelumasan komponen mesin yang kurang baik. Secara jangka panjang, penggunaan pelumas palsu akan membuat mesin tidak reliable.

“Umur mesin tidak dapat mencapai expektasi sesuai umur desainnya dan pada saat jadwal maintenance. Mungkin lebih banyak parts yang harus diganti. Semua juga bergantung pada kadar kepalsuan olinya,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, survei dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi dan motor dalam aktivitas mudik di tahun 2024 terbilang tinggi dengan total mencapai 35 persen atau 66.54 juta orang dari perkiraan 193,6 juta pemudik. Rinciannya, berdasarkan alat transportasi, survei BKT, pilihan terbesar masyarakat untuk aktivitas mudik ialah kereta api yang sebesar 20,3 persen (39,32 juta orang) disusul bus sebanyak 19,4 persen (37,51 juta orang). Sementara masyarakat memilih mobil pribadi sebanyak 18,3 persen (35,42 juta orang) dan sepeda motor 16,07 persen (31,12 juta orang),

Tingginya penggunaan mobil pribadi maupun motor diyakini akan meningkatkan pembelian oli sebagai penunjang laiknya kendaraan digunakan untuk mudik. Potensi ini dikhawatirkan turut menjadi celah para pemalsu oli untuk meraup cuan sebesar-besarnya,

Masih adanya praktik pemalsuan oli dibuktikan dengan penggerebekan gudang di Gang Ambon, Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada April 2023 lalu. Dari lokasi ini, penggerebekan yang dilakukan Wamendag, Jerry Sambuaga bersama Polri menyita 196.740 botol pelumas berebagai merek siap edar dan 1.153 drum oli. Estimasi secara ekonomi, temukan dari lokasi yang telah beraktifitas selama tiga tahun tersebut diperkirakan mencapai Rp16,5 miliar. Wamendag menyampaikan kondisi barang ditemukan yang dicek tidak memiliki SNI, NPB, dan NPT yang tentunya melanggar undang-undang konsumen.

Penelusuran Inventif dari jejak media, aktifitas pemalsuan oli dicurigai masih berlangsung di wilayah Tangerang. Aktifitas produksi oli palsu beromzet miliaran rupiah tersebut terpusat di kawasan Dadap, Tangerang. Sumber yang enggan disebutkan namanya membeberkan aktifitas produksi hingga pengemasan oli palsu tersebut tersebar ke beberapa gudang yang mayoritas berada di kawasan Sentra Kosambi, Dadap.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolrestro Tangerang, Kombes Zain Dwi Nugroho tak merespon upaya konfirmasi dari Inventif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.