RUPS 2024 OCBC Senantiasa Solid & Berkelanjutan

0

INVENTIF – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 di OCBC Tower, Jakarta. Dalam rapat tersebut Senin (18/3/2024) Bank memperoleh persetujuan atas seluruh tujuh mata acara RUPST, salah satunya adalah terkait perubahan pengurus perusahaan.

Diketahui, hasil RUPS menyetujui pengangkatan kembali Wong Pik Kuen Helen sebagai Komisaris dan Martin Widjaja sebagai Direktur efektif sejak ditutupnya rapat itu sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2027. Perseroan juga menyetujui pengunduran diri Emilya Tjahjadi sebagai direktur, efektif sejak ditutupnya rapat.

Tak hanya melakukan perubahan pengurus, dalam RUPS juga menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp 1,65 triliun. Pembagian dividen ini merupakan 40,4% dari laba bersih tahun buku 2023 yang mencapai Rp 4,09 triliun. Sehingga, dividen per saham yang dibagikan senilai Rp 72.

Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja mengatakan besaran dividen tahun ini naik 163% dari Rp 22 pada tahun sebelumnya. “Menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp 72 rupiah atau sebesar Rp 1,65 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai atau 40,4% dari laba bersih,” kata Parwati dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa sebesar Rp 100 juta disisihkan untuk cadangan umum dan sisa laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan. “Sementara, pada  2023, OCBC membukukan laba bersih senilai Rp 4,1 triliun atau tumbuh 23 persen secara tahunan (yoy),” ungkap Parwati.

RUPS juga menyetujui pembelian kembali saham perseroan (Share Buyback) maksimum 420.000 saham dan pengalihan saham hasil buyback untuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan POJK serta perundang-undangan yang berlaku. RUPS juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2024.

Selain itu, RUPS turut menyetujui atas pengambilalihan saham pada PT Bank Commonwealth oleh perseroan. Parwati menuturkan akuisisi ini direncanakan akan selesai pada kuartal kedua 2024.

Selain diselenggarakan secara tatap muka, RUPST juga dilaksanakan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, pemegang saham dapat memberikan kuasa secara elektronik dan menggunakan hak suaranya dalam pengambilan keputusan melalui mekanisme electronic voting.

“Di tahun 2023, OCBC tetap resilien dengan kinerja yang terjaga baik dan berkelanjutan. Hal tersebut juga didukung oleh permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal [CAR] di angka 23,7%, serta likuiditas yang baik dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 206,2%. Dengan momentum perubahan nama merek dan logo menjadi OCBC, kami semakin mantap melangkah menjadi Bank regional dengan kemampuan global dan nilai lokal yang senantiasa terus adaptif dalam menyediakan layanan keuangan komprehensif bagi nasabah,” terang Parwati.

One Brand, One Group Unity

Sebagai informasi, pada 14 November 2023, Bank mengubah logo dan nama merek dari OCBC NISP menjadi OCBC. Perubahan nama merek dan logo ini tidak memengaruhi nama legal Bank yaitu PT Bank OCBC NISP Tbk.

“Sebagai bagian dari OCBC Group, Bank berkomitmen untuk menyediakan layanan keuangan yang komprehensif, dengan memanfaatkan sinergi bersama OCBC Group dan menggabungkannya dengan kekuatan lokal yang dimiliki. Penguatan sinergi dan konektivitas ini juga memberikan manfaat lebih banyak bagi nasabah individu maupun bisnis,” jelas Parwati.

Adapun berbagai fitur dan benefit yang dapat dirasakan para nasabah di antaranya: Bagi nasabah lndividu berbagai penawaran eksklusif di dalam dan luar negeri untuk transaksi di berbagai merchant terkemuka. Bebas melakukan tarik tunai tanpa biaya di semua jaringan ATM OCBC Group di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Hongkong. Bagi nasabah pemegang Kartu Global Debit, nasabah bisa melakukan tarik tunai dan pembayaran bebas konversi di ATM luar negeri untuk 11 mata uang asing. Berbagai program cashback, layanan eksklusif penjemputan di Bandara Singapura dan juga akses ke OCBC Premier Center di Singapura dan Malaysia, untuk nasabah Premier Banking dan Private Bank. Serta, Berbagai kemudahan akses layanan Premier Banking di Singapura, dan juga kemudahan perencanaan pewarisan kekayaan untuk nasabah Private Bank.

Untuk Nasabah Bisnis, kini tersedia Regional desk: Layanan perbankan bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnisnya di jaringan OCBC Group. Berbagai kemudahan akses produk dan layanan bisnis, penerbitan bank garansi dan Letter of Credit di negara jaringan OCBC Group. Adanya Peluang kolaborasi antar pelaku bisnis lintas negara dalam OCBC One Connect Series. Serta, terbuka Peluang berpartisipasi di ajang penghargaan bertaraf internasional dari OCBC Group bagi UMKM Indonesia.

Sejalan dengan logo baru yang diperbaharui, Bank juga meluncurkan tagline baru: For now, and beyond (Terus Bersama, Melaju Jauh). Tagline baru tersebut mencerminkan DNA OCBC yang selalu memiliki pandangan jangka panjang dalam semua transaksi dan investasi, serta komitmen Bank yang tidak hanya pada saat ini tetapi juga pada masa depan, untuk memberikan dampak yang berkelanjutan bagi dunia yang lebih baik.

Dipaparkan Parwati, OCBC terus fokus pada pengembangan teknologi yang komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan, serta meningkatkan penggunaan teknologi digital yang didukung oleh penerapan Tata Kelola Teknologi lnformasi dan Sistem Keamanan Siber yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan nasabah.

 “Kapabilitas Bank dalam hal teknologi juga diiringi dengan peningkatan jumlah transaksi melalui e- channel hingga 32% YoY, dan jumlah pengguna aktif nasabah individu melalui internet banking dan OCBC Mobile meningkat 26% dibandingkan dengan tahun 2022,” ungkapnya.

Parwati menambahkan bahwa “Penerapan ESG di OCBC tidak terbatas pada pembiayaan hijau saja. Baru¬ baru ini green and smart building kami, OCBC Space di BSD, Tangerang, berhasil memperoleh sertifikasi Level 2 ‘Advanced’ dari International Finance Corporation [IFC) dan Green Building Council [GBC) Indonesia. Dengan sertifikasi tersebut, kami telah menghemat emisi karbon dari aktivitas operasional sebanyak 1.600 karbon, atau setara dengan menanam 24.000 pohon dalam setahun. Penghematan termasuk pada energi sebesar 42%, penghematan air sebesar 82%, dan menggunakan 22% lebih sedikit energi yang terkandung dalam material bangunan.”

Per 31 Desember 2023, OCBC telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp32,3 triliun, atau berkontribusi hingga 21% terhadap total kredit Bank. Dari jumlah tersebut, sebesar Rpl3,l triliun disalurkan untuk pembiayaan berwawasan lingkungan seperti proyek-proyek hijau dan pembiayaan properti hijau, termasuk Pollution Prevention, Renewable Energy, Land & Water Biodiversity Conservation, Water & Waste Treatment, Climate Change Adaptation, Eco-Efficient Product, Green Transportation, Green Building dan Waste Management. Tak hanya memberikan pembiayaan berkelanjutan, operasional Bank juga dijalankan secara berkelanjutan.

Pada April 2023 lalu, OCBC menjadi Bank pertama di Indonesia yang menggunakan energi hijau PLN, dan menerima sertifikat energi hijau atau Renewable Energy Certificate [REC). Melalui REC ini, PLN akan memastikan bahwa tenaga listrik yang dibeli oleh Bank merupakan produksi dari Pembangkit Listrik berbahan bakar energi terbarukan dan akan digunakan di cabang-cabang OCBC yang tersebar di seluruh Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.