Meski Dinilai Gagal Wujudkan Target Lifting Sejuta Barel, SKK Migas Tetap Dorong Hal Ini

0

INVENTIF – Baru-baru ini, sejumlah pihak meragukan kemampuan Indonesia mencapai target lifting minyak sejuta barel yang diusung Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) bakal terwujud sesuai target di 2030.

Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno. Dalam pernyataannya pada Jumat, (19/6) lalu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut target tersebut hampir mustahil dicapai.

“Pertama, target itu harus realistis. Kalau kita bicara target sejuta barel per hari pada 2030 yang tinggal 5,5 tahun lagi, rasanya mission almost impossible. Dari tahun ke tahun terjadi penurunan lifting migas,” papar Eddy.

Lebih lanjut, Sekjen PAN ini juga menegaskan harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan pemerintah mencapai target lifting minyak tersebut. Meski tak spesifik menyebut siapa, namun beberapa kalangan mengasumsikan SKK Migas sebagai pihak yang dimaksud Eddy.

“Siapapun yang gagal dalam mencapai target, tentu saja harus bertanggung jawab. Jangan kita gagal meraih target tetapi tidak ada konsekuensi. Enak sekali namanya. Jangan kita permisif karena masalah ini menyangkut kepentingan negara dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Serta mewujudkan ketahanan energi,” tegas Eddy Soeparno.

Terpisah, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto tak menampik beratnya beban lembaganya memenuhi target lifting minyak satu juta barrel.

Di acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2024, mantan CEO Pertamina ini menyebut pihaknya bukan tak serius mencapai target, namun ada banyak faktor penyebab kegagalan target salah satu yang utama pandemi Covid yang melanda dunia.

“Tapi kita masih commit bahwa oke karena ini (pandemi) menjadi permasalahan kemarin, ini kita geser. Jadi kemudian (target lifting minyak) 1 juta BOPD itu di 2032,” ungkap Dwi Soetjipto.

Namun Dwi menegaskan, SKK Migas tetap berkomitmen memenuhi tanggung jawab utamanya mewujudkan salah satunya ketahanan energi Indonesia. Salah satunya dengan mendorong produksi minyak Indonesia sesuai target dan semaksimal mungkin.

“Baik masih area terbuka maupun sudah merupakan WK yang ada, mana saja yang potensi minyak, itu kita dorong terus,” pungkas Dwi Soetjipto. (RNZ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.