CGR dan Perjuangan Sunyi Menjaga Sastra Betawi

0

INVENTIF – Memasuki 26 tahun kiprahnya di dunia sastra, Chairil Gibran Ramadhan (CGR) — sastrawan dan budayawan Betawi — akhirnya mendapat penghargaan yang lama dinantikan. Ia dikabarkan akan menerima UHAMKA Award dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) atas dedikasinya menulis karya bernuansa Betawi-Batavia-Jakarta.

“Bila dihitung dari pemuatan pertama cerpen saya dengan latar Betawi di Harian Republika, atas budi baik Pak Ahmadun Yosi Herfanda, itu tahun 1999. Tapi karya saya dengan tema lain sudah dimuat sejak 1997. Alhamdulillah, karya-karya itu kini sudah banyak dibukukan,” kenangnya.

Selama lebih dari dua dekade berkarya, CGR dikenal sebagai penulis yang konsisten mengangkat identitas Betawi dalam berbagai bentuk tulisan — dari cerpen, esai budaya, hingga naskah film. Namun, di balik produktivitas itu, ia mengaku belum pernah sekalipun menerima penghargaan resmi sebagai sastrawan Betawi, bahkan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Wajar kalau saya sering jadi bahan candaan teman-teman bukan Betawi,” ujarnya sambil tersenyum. “Mungkin ini resiko dari mulut tajam saya yang sering memberi otokritik untuk Betawi. Orang kan biasanya lebih suka yang penurut daripada yang kritis.”

Meski diucapkan dengan canda, ada nada getir di balik kata-katanya. CGR tak menampik pernah merasa sedih karena dedikasinya pada sastra Betawi seolah diabaikan di kampung sendiri. “Puluhan tahun membela sastra berlatar Betawi-Batavia-Jakarta, karya saya dikenal sampai Negeri Belanda, dipercaya jadi orang Betawi pertama di redaksi Majalah Horison, tapi kadang ‘kagak dianggep’ di rumah sendiri,” ucapnya lirih.

Namun kabar bahagia datang pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Ia menerima pesan dari Prof. Dr. H. Edi Sukardi, Guru Besar UHAMKA sekaligus Ketua PSB UHAMKA, bahwa dirinya akan menjadi penerima PSB UHAMKA Awards pertama. Penghargaan itu diberikan atas 26 tahun jejak kepenulisan dan dedikasinya sebagai sastrawan serta budayawan nasional dengan kekhasan tema Betawi-Batavia-Jakarta.

Acara penganugerahan rencananya digelar 12 November 2025, pukul 09.00–12.00 WIB di FKIP UHAMKA, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kegiatan ini sekaligus menandai penyelenggaraan perdana PSB UHAMKA Awards, yang terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari upaya kampus menghargai insan sastra dan budaya Indonesia.

Bagi Chairil Gibran Ramadhan, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian pribadi, melainkan juga bentuk pengakuan atas eksistensi sastra Betawi di tengah arus modernisasi. “Mudah-mudahan ini jadi tanda bahwa Betawi tak hanya punya sejarah, tapi juga punya masa depan dalam dunia sastra Indonesia,” tutupnya dengan senyum lega.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.