Di Panggung Cahaya dan Sorot Kamera, Halal Menjadi Bahasa Dunia
INVENTIF – Jakarta malam itu tidak sekadar gemerlap. Ia menjadi saksi ketika sebuah ikhtiar panjang bernama transformasi menemukan pengakuannya.
Di Grand Studio Metro TV, dalam perhelatan Indonesia Top Achievements of The Year 2026, langkah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bergaung sebagai jejak perubahan yang tak lagi samar.
Dua penghargaan disematkan dengan khidmat: Excellence in Public Service Transformation of The Year 2026 untuk institusi, serta Best Leader of Change in Public Service Transformation 2026 bagi sang nahkoda, Ahmad Haikal Hasan. Namun malam itu, yang berdiri di panggung bukan hanya nama dan jabatan, melainkan gagasan tentang pelayanan publik yang berani menata ulang dirinya sendiri.
Ahmad Haikal Hasan—yang akrab disapa Babe Haikal—menyebut capaian ini sebagai hasil dari kerja yang tak mengenal sorot kamera. Kerja yang berdenyut di ruang-ruang administrasi, di meja para pemeriksa halal, di tangan pelaku usaha kecil yang menanti kepastian. Sebuah orkestrasi sunyi yang pelan-pelan menjelma menjadi simfoni perubahan.
Baginya, halal bukan lagi sekadar terminologi religius yang berdiri di mimbar-mimbar khotbah. Ia telah berubah menjadi aksara global. Dunia membacanya sebagai healthy food, menyematkannya sebagai high value standard, menimbangnya sebagai market opportunity, bahkan memposisikannya sebagai economic growth engine. Halal telah melampaui batas tafsir—ia kini adalah jaminan mutu dan fondasi kepercayaan.
“Halal bukan beban,” tegasnya. Kalimat itu meluncur seperti garis bawah atas paradigma lama. Sertifikasi halal, menurutnya, adalah tangga yang mengangkat pelaku usaha naik kelas—menembus pasar ekspor, memperluas jejaring, dan menguatkan reputasi produk Indonesia di etalase dunia.
Transformasi yang digulirkan BPJPH bergerak menyeluruh: pembenahan regulasi, penguatan kolaborasi, perluasan sosialisasi, hingga digitalisasi layanan yang meretas sekat jarak dan waktu. Hampir 12 juta produk telah bersertifikat halal—angka yang bukan sekadar statistik, melainkan tanda bahwa perubahan telah menemukan pijaknya.
Acara penghargaan itu dibuka oleh Komisaris Metro TV, Suryopratomo, di hadapan tokoh-tokoh nasional serta dewan juri independen dari kalangan akademisi, pakar reputasi, dan jurnalis senior. Namun yang sesungguhnya dirayakan bukanlah seremoni, melainkan arah.
Arah bahwa halal adalah gaya hidup yang sadar kualitas. Arah bahwa halal adalah modernitas yang berakar pada nilai.
Dan arah bahwa dari Indonesia, standar itu bergerak—menjadi bahasa yang dipahami dunia. (Ncank)