Mandalika Disesaki 157 Ribu Penonton, DAMRI Menjadi Penghubung di Tengah Gemuruh MotoGP Indonesia 2026

0

INVENTIF — Deru mesin, adrenalin yang berpacu, dan gemuruh ribuan pasang mata di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ada satu urusan penting yang tak kalah menentukan suksesnya sebuah perhelatan besar: bagaimana manusia bergerak menuju arena, lalu kembali pulang dengan nyaman.

Nah, disitulah DAMRI mengambil peran. Perusahaan transportasi milik negara ini mengerahkan 118 unit bus shuttle yang melayani delapan koridor di dalam kawasan sirkuit selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026.

Berdasarkan data InJourney, ajang balap internasional tersebut mencatat total 157.875 penonton.

Bagi ribuan pengunjung yang datang menyaksikan pertarungan para pembalap di lintasan, layanan transportasi menjadi bagian penting dari pengalaman menonton. Sebab, kemeriahan sebuah ajang olahraga tak hanya ditentukan oleh siapa yang tercepat di lintasan, tetapi juga oleh bagaimana penonton dapat mencapai arena dan kembali ke tujuan tanpa kehilangan kenyamanan perjalanan.

Layanan shuttle DAMRI beroperasi selama tiga hari, mulai pukul 07.00 hingga 00.00 WITA. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran pergerakan penonton di kawasan sirkuit yang dipadati pengunjung selama gelaran berlangsung.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, koordinasi dengan penyelenggara terus dilakukan untuk menjaga operasional layanan agar berjalan optimal. Di balik riuhnya sorak-sorai penonton, ada pekerjaan yang tak selalu terlihat kamera: mengatur arus perjalanan, menjaga kesinambungan layanan, dan memastikan transportasi tetap menjadi penunjang, bukan hambatan, bagi sebuah pesta olahraga dunia.

Dukungan DAMRI tak berhenti di dalam kawasan sirkuit. Perusahaan ini juga menyediakan empat unit bus untuk membantu layanan shuttle luar yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dishub NTB).

Layanan tersebut menghubungkan Bale Kita di kawasan Islamic Center dengan Mandalika International Circuit pada 10–11 Oktober 2026. Bus menuju sirkuit beroperasi pukul 07.00–12.00 WITA, sedangkan perjalanan kembali dari sirkuit tersedia pukul 15.00–23.00 WITA.

Skema ini memperluas pilihan mobilitas pengunjung dari titik keberangkatan menuju arena balap. Dalam sebuah perhelatan internasional yang menghadirkan puluhan ribu manusia, transportasi bukan sekadar soal kendaraan dan jalan, melainkan juga tentang konektivitas yang memungkinkan sebuah acara berlangsung lebih tertata.

General Manager DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan bagian dari komitmen mendukung konektivitas dan kebutuhan mobilitas masyarakat dalam kegiatan berskala internasional.

“Partisipasi DAMRI dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan bentuk dukungan kami terhadap penyediaan layanan transportasi bagi masyarakat yang menghadiri ajang ini,” ujar Zuryani.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah, penyelenggara, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung operasional shuttle. Menurut dia, pengalaman selama pelaksanaan kegiatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masa mendatang.

Bagi DAMRI, pekerjaan tidak serta-merta berakhir ketika bendera finis dikibarkan dan gemuruh mesin mulai menjauh dari ingatan. Pengalaman melayani mobilitas penonton justru menjadi catatan penting untuk mempersiapkan layanan transportasi pada kegiatan serupa berikutnya.

DAMRI pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, penyelenggara, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung operasional shuttle di Mandalika.

Pada akhirnya, kesuksesan sebuah perhelatan besar bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium tertinggi. Ada banyak unsur yang bekerja di belakang panggung, memastikan ribuan orang dapat datang, menikmati pertandingan, dan kembali pulang.

Di Mandalika, ketika mesin-mesin balap melaju mengejar kemenangan, bus-bus shuttle menjalankan tugasnya sendiri: menghubungkan perjalanan manusia dengan sebuah peristiwa yang ingin mereka kenang. Sebab, di balik gemerlap olahraga dunia, kelancaran perjalanan tetap menjadi bagian penting dari cerita. (NM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.