PNM Dukung Perempuan Pontianak Bertumbuh, dari Usaha Rumahan hingga Potensi Loka

0

 

Bukan cuma soal modal dan omzet, pemberdayaan perempuan juga tentang memberi ruang bagi ibu untuk belajar, menjaga kesehatan, dan mengembangkan mimpi.

INVENTIF— Menjadi ibu sekaligus pengusaha bukan perkara mudah.

Ada anak yang membutuhkan perhatian, keluarga yang harus diurus, dan usaha yang mesti terus berjalan. Di tengah kesibukan itu, perempuan sering kali menempatkan kebutuhan dirinya sendiri di urutan terakhir.

Karena itu, ruang untuk belajar dan berkembang menjadi sesuatu yang berarti. Bukan hanya untuk membuat usaha semakin maju, tetapi juga memberi kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh tanpa harus mengabaikan keluarga.

Semangat itulah yang dihadirkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertema “Budaya Lestari, Usaha Berseri” di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai dukungan bagi nasabah, mulai dari coaching clinic untuk meningkatkan keterampilan bisnis, layanan pemeriksaan kesehatan, hingga area bermain anak atau mini daycare.

Fasilitas tersebut memberi kesempatan kepada para ibu untuk mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman, sementara anak-anak memiliki ruang untuk bermain.

“Kalau ada kegiatan seperti ini, sebagai ibu saya biasanya harus memikirkan anak juga. Jadi, ketika ada tempat untuk anak bermain, saya bisa mengikuti kegiatan dengan lebih tenang. Saya juga bisa sekalian memeriksakan kesehatan,” ujar salah satu nasabah PNM.

Perhatian semacam ini mengingatkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar mendorong mereka bekerja lebih keras. Mereka juga membutuhkan dukungan agar bisa berkembang tanpa harus memikul semuanya sendirian.

Potensi Lokal, Peluang Masa Depan
Tak hanya memperkuat keterampilan usaha, kegiatan ini mengajak nasabah melihat kekayaan budaya dan potensi lokal sebagai peluang ekonomi.

Melalui pameran produk unggulan nasabah dan Pojok UMKM, produk khas Pontianak diperkenalkan kepada pengunjung. Harapannya, produk lokal tak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Di era media sosial, produk sederhana pun berpeluang menarik perhatian jika dikemas secara kreatif dan memiliki cerita yang kuat. Budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga bisa menjadi identitas sekaligus nilai tambah sebuah usaha.

PNM turut menghadirkan edukasi pengelolaan sampah dan penukaran sampah dengan bibit tanaman. Langkah sederhana ini mengajak nasabah membangun kepedulian terhadap lingkungan di tengah aktivitas ekonomi sehari-hari.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengapresiasi ketekunan para nasabah Mekaar yang selama bertahun-tahun menjalankan usaha untuk menopang ekonomi keluarga.
Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dijaga dan didukung agar usaha mereka semakin berkembang serta memberikan manfaat bagi keluarga.

Sementara itu, Direktur Utama PNM, Kindaris, menilai kekayaan budaya dan potensi lokal Kalimantan Barat dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Ia berharap nasabah terus berinovasi, mengangkat keunikan daerah, dan menjadikannya sumber nilai tambah bagi keluarga.

Melalui pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan, PNM berupaya membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan usaha sekaligus potensi dirinya.

Sebab, keberhasilan usaha bukan hanya tentang besarnya omzet atau ramainya pembeli. Ada keluarga yang ingin disejahterakan, anak-anak yang ingin diberi masa depan lebih baik, dan mimpi perempuan yang layak diperjuangkan.

Dari Pontianak, satu pesan sederhana kembali mengemuka: ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh, yang berkembang bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.(Stn)

Leave A Reply

Your email address will not be published.