Ironi Muktamar NU: Ribuan Ulama Berkumpul, Pencopet Ikut Berbaur di Tengah Kerumunan

0

INVENTIF — Di tengah lantunan doa, gema shalawat, dan berkumpulnya ribuan ulama dalam pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, ada ironi yang menyelinap tanpa suara: tangan-tangan tak bermoral justru bekerja di tengah kerumunan orang-orang yang datang membawa niat baik.

Korban kali ini adalah Muhamad Rohim, wartawan Pikiran Rakyat Subang, yang kehilangan dompet saat menjalankan tugas jurnalistik meliput pembukaan Muktamar NU ke-35 pada Kamis (27/8/2026) siang.

Menurut Rohim, saat itu kawasan pembukaan muktamar dipenuhi lautan manusia. Di tengah padatnya peserta dan tamu yang memadati lokasi, ia fokus menjalankan peliputan. Dompetnya baru disadari hilang ketika hendak membeli makanan dan melakukan pembayaran.

Di dalam dompet tersebut tersimpan sejumlah dokumen penting, mulai dari KTP, STNK sepeda motor, kartu ATM BCA, kartu pajak, hingga berbagai kartu identitas lainnya.

Usai kejadian, Muhamad Rohim melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Tembelang, Polres Jombang. Laporannya diterima oleh petugas jaga yang mewakili Kapolsek Tembelang untuk ditindaklanjuti sebagai laporan kehilangan.

Peristiwa ini menghadirkan ironi yang sulit diabaikan. Muktamar NU adalah forum yang membawa pesan akhlak, persaudaraan, dan kemaslahatan umat. Namun, di sela-sela perhelatan yang mulia itu, masih ada oknum yang memilih mencari keuntungan dengan cara mencopet sesama.

Korban berharap apabila ada masyarakat yang menemukan dompetnya, agar berkenan mengembalikannya ke alamat yang tercantum pada KTP, karena dokumen-dokumen di dalamnya merupakan identitas pribadi yang sangat penting.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemuliaan sebuah acara tidak boleh dinodai oleh tindakan kriminal segelintir orang yang kehilangan moral dan hati nurani. (NM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.