Maulid Menjahit Iman dan Ketahanan Keluarga dalam Satu Hamparan Doa

0

Di sebuah rumah yang dipenuhi lantunan selawat, kenangan kepada yang telah berpulang bertemu dengan harapan untuk generasi yang baru menapaki masa depan.

INVENTIF — Suasana khusyuk menyelimuti kediaman Hajjah Oktasari Sabil di Perumahan Mutiara Sanggraha dan Mutiara Platinum, Cakung Timur, Jumat (4/9/2026).

Ada sekitar seratus jamaah perempuan Majelis Taklim As Sabil berkumpul memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mengenang haul ke-6 almarhum Haji Muhammad Sabilillah bin H. Serin, sekaligus mensyukuri kelulusan Rajih Musa’ad sebagai sarjana.

Acara dibuka Ustadzah Ati Misbarokah, dilanjutkan doa bersama, pembacaan selawat, dan tausiyah Ustadzah Atikah Shoheh yang mengajak jamaah meneladani perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai cahaya kehidupan.

Di tengah nuansa religius itu, motivator Syafii Efendi menyampaikan pesan yang membumi. Menurutnya, keluarga tidak hanya membutuhkan keimanan, tetapi juga ketahanan ekonomi agar mampu menghadapi berbagai ujian zaman.

Ia mengingatkan, perempuan dapat menjadi mitra suami dalam menjaga kesejahteraan rumah tangga melalui kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, tanpa menggeser peran suami sebagai kepala keluarga.

“Jika memiliki keahlian membuat kue atau keterampilan lainnya, itu bisa menjadi ikhtiar produktif untuk membantu keluarga dan bahkan berkembang menjadi bagian dari UMKM,” ujarnya.

Syafii menilai kesiapan tersebut penting sebagai antisipasi menghadapi ketidakpastian ekonomi dan dunia kerja, termasuk ketika keluarga menghadapi musibah seperti pemutusan hubungan kerja.

Sementara itu, Hajjah Oktasari Sabil mengatakan peringatan Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan momentum memperkuat keimanan dan memperbanyak rasa syukur.

Ia mengajak jamaah menjadikan cinta kepada Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan keluarga.

“Semoga Maulid Nabi menjadi tonggak yang menguatkan iman kita, dan semoga kita mampu meneladani akhlak Baginda Rasulullah SAW,” tuturnya.

Rangkaian acara ditutup dengan santunan kepada anak yatim sebagai wujud syukur keluarga atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Di Cakung sore itu, Maulid tidak hanya diperingati dengan selawat, tetapi juga diterjemahkan menjadi ikhtiar merawat iman, menguatkan keluarga, dan menebarkan kepedulian kepada sesama. (NM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.